506 total views
Laporan Kontributor INN Indonesia Risman Serang
TUAL – Warga Perumnas, Maluku Tenggara (Malra) menyayangkan sikap Pemerintah Daerah (Pemda) yang kurang sigap atasi kelangkaan minyak tanah. Menurut mereka, seharusnya Pemda khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus lebih cepat tanggap sebelum minyak tanah langka.
Hal itu disampaikan oleh salah satu warga, Joko Efruan (54). Joko menyebutkan, sebelum adanya penertiban di pengecer, minyak tanah dicari banyak orang.
“Setelah pemberhentian padagang pengecer minyak tanah ini malah lebih banyak kelangkaan minyak di wilayah ini. Stok di Pertamina itu kan banyak dan dengan adanya surat pemberhentian bagi mereka yang berdagang pengecer minyak tanah dari Disperindag Malra, minyak tanah semakin susah,” ungkap Joko.
Dia mengatakan, semua itu dikarenakan surat penerbitan yang baru dari Disperindag kepada para agen yang menjual minyak tanah yang akan melayani masyarakat.
“Sudah ada penerbitan surat edaran dari Disperindag Malra kepada para agen untuk mengelola dan menjual minyak tanah di Malra, bukan lagi di para pengecer,” sebutnya.
Pasalnya, pemakai minyak tanah di Malra bertambah tiap tahun dan bukan berkurang.
Senada dengan itu, Erny, pemilik pangkalan minyak tanah mengaku, biasanya melayani penjualan minyak tanah dan melayani pembeli dari luar Perumnas.
“Saya punya pangkalan minyak dan saya sering menjual ke warga Perumnas dan di luar sana bahkan warga dari Mangon sampai Tual datang membeli minyak di saya,” ucapnya.
Dia mengatakan, untuk sekali droping itu memakan 10 drum, tetapi sekarang hanya di layani 3 drup setiap droping.
“Kalau untuk sekarang ini, hanya dilayani 3 drum saja, dan sekarang saya menjual di pangkalan Rp 4 ribu perliternya, begini harga perhetnya itu Rp 3.200 ribu, tetapi uang kecil ini kan susah, di kalangan masyarakat itu kan sangat langka bahkan tidak ada sama sekali,” cetusnya.
Dia menambahkan, untuk sekarang ini satu kali drop itu bisa habis dalam satu hari itu juga.
“Kalau untuk sekarang ini satu kali droping itu bisa habis juga satu hari itu dikarenakan banyaknya pembeli minyak tanah sekarang ini,” paparnya.


