HomeUncategorizedSinggung Biaya Pilkada Semakin Mahal, Perludem Sentil Budaya Setor ke Partai dan...

Singgung Biaya Pilkada Semakin Mahal, Perludem Sentil Budaya Setor ke Partai dan Politik Uang

Published on

spot_img

 548 total views

INN NEWS – Pihak Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) memberi penilaian terhadap penerapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Asimetris.

Konsep Pilkada asimetris tersebut dianggap Perludem hanya sebagai wacana dalam mengatasi masalah politik uang di setiap Pilkada.

Perludem melihat biaya tinggi harus dikeluarkan semua calon kepala daerah untuk masuk ke sistem pemilihan tidak langsung.

“Soal berbiaya mahal, akar masalahnya tidak dari sistem yang dipakai, melainkan pada sisi pembiayaan yang wajib dikeluarkan calon ke partai politik,” kata Direktur Perludem, Khorunnisa Nur Agustyati, mengutip Republika.co.id Sabtu, 24 September 2022.

Sistem Pilkada asimetris ini pertama kali dikeluarkan Ketua Badan Pengkajian MPR, Djarot Saiful Hidayat pada Rabu 21 September lalu.

Konsep utama Pilkada asimetris tidak mewajibkan semua daerah menerapkan Pilkada tidak langsung. Anggapan adanya sistem asimetris ini dapat mengurangi biaya pengadaan Pilkada bagi calon kelapa daerah hingga negara.

Namun, Khoirunnisa sendiri melihat adanya besaran biaya politik saat ini karena calon Kepala Daerah perlu setor dana ke partai untuk bisa dicalonkan.

Selain itu, terdapat praktik politik uang hingga adanya transaksi beli suara pemilih. Adanya dua poin tersebut sudah menjadi hal lumrah di setiap Pilkada saat ini.

Para calon peserta Pilkada juga perlu memikirkan biaya besar untuk diusung dari partai hingga mengeluarkan dana tinggi agar anggota DPRD mau memilihnya.

“Jadi ini masih mencakup konsep mindahin uang, yang tadinya diberikan ke masyarakat, lalu diberikan ke DPRD,” kata Khoirunnisa.

Pada faktanya, penyelenggaraan Pilkada dengan sistem demokratis masih membutuhkan biaya besar baik itu bagi negara hingga calon peserta.

Artikel Terbaru

Sidang Putusan Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Rp 1,8 Triliun Digelar 22 Juni

INNNEWS – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dijadwalkan menggelar sidang putusan terhadap para terdakwa...

BREAKING NEWS!! Istana Terguncang: IHSG Anjlok 4,9%, Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS di Tengah Skandal Korupsi BGN

INNNEWS — Istana Kepresidenan menghadapi tekanan berat setelah pasar keuangan Indonesia mengalami gejolak tajam bersamaan...

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Publik Kembali Soroti Jejak Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

INNNEWS– Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional...

AI Forward Deployed Engineer: Profesi Baru yang Muncul di Era Kecerdasan Buatan

INNNEWS– Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga melahirkan...

artikel yang mirip

Sidang Putusan Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Rp 1,8 Triliun Digelar 22 Juni

INNNEWS – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dijadwalkan menggelar sidang putusan terhadap para terdakwa...

BREAKING NEWS!! Istana Terguncang: IHSG Anjlok 4,9%, Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS di Tengah Skandal Korupsi BGN

INNNEWS — Istana Kepresidenan menghadapi tekanan berat setelah pasar keuangan Indonesia mengalami gejolak tajam bersamaan...

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Publik Kembali Soroti Jejak Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

INNNEWS– Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional...