HomeUncategorizedPBNU Rekomendasikan Pemerintah Larang Penyebaran Paham Wahabi Takfiri

PBNU Rekomendasikan Pemerintah Larang Penyebaran Paham Wahabi Takfiri

Published on

spot_img

 1,004 total views

INN NEWS – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada pemerintah merekomendasikan larangan untuk penyebaran paham Wahabi.

Rekomendasi tersebut merupakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX PBNU belum lama ini.

Disampaikan Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrurrozi, wahabi yang dimaksud adalah Wahabi garis keras yang takfiri, yang mengkafirkan kelompok lain meskipun seagama hanya karena perbedaan pandangan dan penafsiran terhadap dalil.

Menurut Ahmad, rekomendasi tersebut bertujuan agar masyarakat bisa hidup berdampingan satu sama lain.

“Wahabi Takfiri itu menjadi awal gerakan radikal ISIS yang merusak hubungan sesama muslim. Mereka menganut paham kawan lawan terhadap kelompok lain, dan tidak mau menerima perbedaan pandangan atau kebenaran pihak di luar kelompoknya,” kata Ahmad mengutip Tempo, Sabtu, 29 Oktober 2022.

Lanjutnya, PBNU sedari dulu memang menolak paham Wahabi Takfiri, karena paham tersebut bisa memecah belah umat Islam.

PBNU kata Ahmad memegang teguh prinsip dakwah Islam yang ramah dengan mengedepankan sikap moderat dan toleransi. Oleh sebab itu, kata dia, sikap kasar, arogan, keras kepala, dan buruk sangka terhadap sesama umat Islam mesti dihindari.

“Apalagi melakukan pengkafiran (takfiri) kepada saudara seiman sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Khawarij pada masa lalu,” kata dia.

Fahrur menyebut perbedaan pandangan ini hendaknya disikapi dengan bijak. Ia berharap tidak ada pihak yang merasa paling berhak memonopoli kebenaran.

“Perbedaan pandangan harus disikapi dengan bijak dan diterima secara wajar, tidak boleh ada yang merasa paling berhak memonopoli kebenaran dan menjadi hakim bagi kebenaran orang lain,” kata dia.

Dilansir dari laman Jagat NU, Lembaga Dakwah PBNU menyayangkan kajian dan kegiatan keagamaan di masjid yang lebih banyak diampu oleh penceramah berpaham Wahabi-Salafi. Dalam beberapa hal, paham ini dinilai bertolak belakang dengan komitmen pemerintah untuk membangun moderasi beragama.

Oleh sebab itu, Lembaga Dakwah PBNU merekomendasikan kepada kementerian dan lembaga negara untuk melibatkan Lembaga Dakwah PBNY dalam menyusun materi serta kurikulum dakwah. Lembaga Dakwah juga menyatakan siap mengirim delegasi untuk menyampaikan materi kajian sesuai kualifikasi, kapasitas, dan kepakarannya.

Artikel Terbaru

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...

Penanganan Karhutla: Kapal & Helikopter Jepang Bersiap, Satwa Jadi Perhatian

  INNNEWS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin diperkuat dengan kedatangan...

artikel yang mirip

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...