HomeUncategorizedLahan Parkir Masjid Istiqlal untuk Ibadah Natal Gereja Katedral Jakarta, Pengamanan Diperketat

Lahan Parkir Masjid Istiqlal untuk Ibadah Natal Gereja Katedral Jakarta, Pengamanan Diperketat

Published on

spot_img

 137 total views

JAKARTA – Seperti biasanya Masjid Istiqlal Jakarta akan menyediakan lahan parkir untuk perayaan Natal umat Gereja Katedral Jakarta.

Lahan parkir yang disediakan Istiqlal mampu menampung 700 slot kendaraan roda empat.

Pastor Kepala Katedral Jakarata Romo Albertus Hani Rudi Hartoko, SJ mengatakan, perayaan Natal tahun ini didukung oleh banyak pihak.

Romo Rudi menyebut yang pertama ada Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).

“Beberapa waktu lalu kita disamperin oleh Imam besar, Prof Nazarudin Umar, waktu ada acara dengan Sandiaga Uno. Ini menarik, ada sebuah sapaan dari sahabat kita dari Masjid Istiqlal dan siap membantu untuk memfasilitasi, baik itu parkir basemant ada sekitar 700 slot untuk parkir mobil dan food court akan dibuka sampai jam 9 malam,” kata Romo Rudi kepada wartawan di Gereja Katedral Jakarta,b Jumat 23 Desember 2022.

Romo Rudi mengatakan, Pemprov DKI juga turut membantu keberlangsungan Perayaan Natal tahun ini.

Sementara itu, Dinkes DKI, kata Romo Rudi menyiapkan ambulans dan memastikan jemaat yang hadir dalam kondisi sehat.

“Kemudian dari kesehatan, kemarin ada kunjungan dari direktur pelayanan kesehatan didamapingin Dinkes dan Sudinkes Jakpus dan Sawah Besar. Mereka akan memastikan umat yang hadir dipastikan sehat dan juga backup dari Puskesmas Sawah Besar, akan menyiapkan 1 ambulans, dan dari RS Caroulus menyiapkan 1 ambulance dengan tim medis yang standby, paparnya.

Tidak hanya itu, pihak PLN terang Romo Rudi juga memastikan pasokan listrik di Gereja Katedral aman. Lalu dari sektor keamanan, Gereja Katedral juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Sawah Besar.

Baca juga: Semarak Christmas Carol di Jakarta

“Kita sudah berkoordinasi dengan Polsek Sawah Besar dan kita menyediakan tenda posko. Demikian juga ada di dalam untuk memastikan bahwa aspek keamanan dapat terjamin bersama dengan dukungan dari TNI-Polri dan juga ormas yang ada,” pungkasnya.

Sentara itu, sebanyak 7.421 personel kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya diturunkan untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru (Nataru). Dari personel yang ada termasuk tim Gegana yang akan menyisir setiap gereja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan total ada 1.385 gereja di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang diamankan.

“Nantinya tim gegana akan menyisir gereja untuk mengantisipasi ancaman teror,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya belum lama ini.

“Tentunya ini (tim Gegana) menjadi antisipasi kita. Hal-hal demikian tentunya ini sudah menjadi standar operasi pengamanan yang dilakukan kepolisian,” tambahnya.

Selain itu, Zulpan menyebut ada pengamanan khusus terhadap beberapa gereja besar yang ada. Salah satunya Gereja Katedral di Jakarta Pusat.

“Ada ya (pengamanan khusus). Namun tidak kami sampaikan secara terbuka. Ada yang mendapat perhatian, artinya pengamanan-pengamanan yang perlu ditingkatkan dalam rangka pengamanan untuk seluruh jemaat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Gereja Katedral akan membuka ibadah dengan kapasitas 50 persen umat.

Sedangkan Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini menyebut ibadah perayaan Natal 2022 ini tidak akan menerapkan pembatasan seperti sebelumnya akibat kasus Covid-19 yang terus melonjak.

Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers, Jumat, 16 Desember 2022.

Kata Yaqut, dalam penerapan PPKM level 1, tempat ibadah diizinkan menampung 100 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Pelaksanaan ibadah tidak ada batasan karena menurut Instruksi Kemendagri, PPKM sudah level 1 semua. Artinya sudah dilakukan kebebasan yang terukur,” terang Yaqut.

Yaqut mengingatkan, 100 persen adalah batas maksimal dari tempat ibadah menampung jemaah atau dengan kata lain, tempat ibadah dilarang mendirikan tenda-tenda di luar untuk kegiatan peribadatan sehingga melanggar batas kapasitas 100 persen tersebut.

 

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.