HomeUncategorizedIbu Kota Gak Lagi di Jakarta Karena Padat dan Macet

Ibu Kota Gak Lagi di Jakarta Karena Padat dan Macet

Published on

spot_img

 378 total views

INN NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan salah satu alasan memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Kata Jokowi, pemindahan ibu kota ke Nusantara lantaran DKI Jakarta sudah terlalu padat dan macet.

Meski pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur itu membutuhkan waktu hingga 20 tahun, namun kata Jokowi, pekerjaan pembangunan sudah harus dimulai dari sekarang.

“Kita harus berani memulainya. Jakarta sendiri sudah sangat padat, sangat macet,” kata Jokowi.

Dalam Muktamar Muhammadiyah XVIII di Pontianak, Rabu 22 Februari 2023, Jokowi menjelaskan, pembangunan Indonesia selama ini menumpuk di Pulau Jawa. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau.

Wali Kota Solo dua periode itu menyebut 58 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia berasal dari Jawa. Sekitar 56 persen penduduk Indonesia pun tinggal di Jawa.

“Betapa sangat padatnya Pulau Jawa sehingga memerlukan namanya pemerataan pembangunan, tidak jawasentris, tetapi indonesiasentris,” ujarnya.

Meskipun ibu kota dipindahkan ke Nusantara, Jokowi menegaskan, pemerintah tidak akan menelantarkan Jakarta setelah pemindahan ibu kota negara. Ia menyebut Indonesia akan punya dua titik pembangunan utama di masa mendatang.

Baca juga: Jokowi Soal IKN, Kalau AS Punya Washington dan New York, Kenapa RI Tak Bisa Jakarta dan Nusantara?

“Kalau Amerika memiliki New York dan Washington DC, Austalia memiliki Melbourne dan Sydney, kenapa Indonesia tidak memiliki Jakarta dan memiliki Nusantara?” ucap Jokowi diiringkan tepuk tangan warga Muhammadiyah.

Jokowi pun memutar video desain IKN Nusantara. Video tiga dime si itu menunjukkan sejumlah bangunan futuristik di IKN Nusantar, termasuk Istana Garuda yang akan menjadi kantor presiden.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.