HomeUncategorizedGagas Indonesia Baru, Ganjar Beberkan Cara Atasi Pungli Hingga Urusan Pendidikan

Gagas Indonesia Baru, Ganjar Beberkan Cara Atasi Pungli Hingga Urusan Pendidikan

Published on

spot_img

 864 total views

INN NEWS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir sebagai pemateri dalam seminar bertajuk Menggagas Indonesia Baru, di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome) baru-baru ini. Seminar tersebut merupakan rangkaian Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVIII.

Saat seminar, tampak kader-kader Pemuda Muhammadiyah (PM) dari berbagai provinsi antusias bertanya kepada Ganjar. Kader PM Bali Rahmatullah misalnya, bertanya soal cara Ganjar melindungi pengusaha kecil dari kesulitan perizinan dan permodalan.

Sedangkan Kahar, dari Bantaeng Sulawesi Selatan, menanyakan persoalan pendidikan.

“Siswa setelah lulus tidak tahu kerja apa, karena otaknya cuma cari kerja, tidak pernah berpikir mau usaha apa,” katanya dalam seminar yang juga menghadirkan Ketua Umum Kadin, Arsyad Rasyid, sebagai pemateri selain Ganjar.

Sedangkan kader Pemuda Muhammadiyah asal Palembang, Hakim, menanyakan persoalan birokrasi yang terhambat oleh feodalisme dan perpecahan akibat beda dukungan politik.

“Kalau kemarin tidak mendukung lalu dimutasi, apakah di Jateng sama?” tanya dia.

Satu persatu pertanyaan itu dijawab Ganjar. Ia memberi contoh-contoh apa yang sudah dikerjakan di Jawa Tengah. Bagaimana Ganjar menggelar lelang jabatan untuk menghilangkan jual beli jabatan di birokrasi. Bagaimana dia merangkul seluruh pejabat, tidak peduli mendukung dirinya dalam pemilihan atau tidak.

Ganjar juga bercerita, dia mendirikan sekolah boarding gratis khusus siswa miskin. Dengan sekolah itu, Ganjar mengubah ribuan keluarga yang semula miskin menjadi sejahtera.

“Kalau urusan perizinan, pungli saya terjun langsung. Nomor telepon saya sebar, UMKM yang sulit izin PIRT misalnya, cukup WA, saya bereskan,” jelasnya.

Di akhir seminar, Ganjar mengingatkan betapa banyak masalah bangsa yang menunggu Pemuda Muhammadiyah turun tangan. Satu di antaranya, adalah urusan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Urusan reformasi belum beres. Itu PR Kita. Apalagi di tengah tekanan global yang butuh konsep dan kreativitas kita untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik ke depan. Saya yakin diskusi ini tidak bisa menyelesaikan semuanya tapi saya yakin kita akan bertemu lagi untuk bekerja sama lebih erat, menyelesaikan satu persatu persoalan bangsa,” tandas Ganjar.

Semarang Raya Terkini

Artikel Terbaru

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

artikel yang mirip

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...