HomeTrendingKantor Lurah di Medan Tak Pernah Keluarkan Surat Izin Beribadah, Hanya Tolak?...

Kantor Lurah di Medan Tak Pernah Keluarkan Surat Izin Beribadah, Hanya Tolak? Banyak Gereja Diam

Published on

spot_img

 225 total views

MEDAN – Pimpinan jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) MRC Medan Marelan, Kota Medan, Pdt Nathanael Octavianus mengaku heran dengan kelurahan yang tidak punya surat rekomendasi izin beribadah kepada gereja apapun di wilayah pemerintahannya.

Diketahui, akibat belum mendapat rekomendasi izin pemakaian gedung beribadah, jemaat GEKI MRC sudah kurang lebih 13 Minggu telah melaksanakan ibadah mingguan di trotoar depan Kantor Wali Kota Medan.

Saat pihaknya bersama Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Medan menyambangi Kantor Lurah Tanah Enam Ratus Medan Marelan untuk menanyakan jawaban surat permohonan pemakaian gedung ibadah sementara gerejanya, pimpinan kelurahan tidak bisa membuat surat rekomendasi.

Baca juga: MUKI SUMUT: Pemkot Medan Tak Sungguh-sungguh Tuntaskan Intoleransi Terhadap Gereja

“Pada hari Selasa, 28 Maret 2003 bersama2 bapak-bapak Pengurus FKUB yang baru Kami bertamu ke Kantor Lurah Tanah Enam Ratus, Medan Marelan untuk menanyakan jawaban Surat Permohonan Pemakaian Gedung Ibadah Sementara di Suzuya Marelan Plaza. Tapi sayangnya, Pak Lurah enggak tahu cara membuat Surat Rekomendasi, karena selama ini TIDAK PERNAH MEMBERIKAN SURAT REKOMENDASI IJIN BERIBADAH SEMENTARA BAGI GEREJA MANAPUN,” tulis Pdt Octavianus di media sosial resminya, dikutip Jumat, 31 Maret 2022.

Lanjut Pdt Octavianus, banyak gereja hanya diam walaupun tidak diberikan izin beribadah oleh pemerintah setempat.

“Yang menariknya, banyak Gereja yang walaupun tidak diberikan Ijin, adem2 ayem. Main kucing2an, kalau digerebek, pindah atau tutup. Tapi ada yang justru menyalahkan kami dan menuding kami keras kepala, dsb karena beribadah didepan Kantor Walikota Medan,” lanjutnya.

Dia meminta pemerintah untuk mengaplikasikan dan menegakan UUD Pasal 29 ayat 2, sila ke-5 Pancasila, hingga undang -undang lainnya seperti SKB 2 Menteri.

“Ini yang Kami perjuangkan! Dan saya percaya, bersama Tuhan Yesus, kita akan lakukan perkara2 besar,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.