HomeGlobalRatusan Sekolah di Jepang Tutup Akibat Resesi Seks

Ratusan Sekolah di Jepang Tutup Akibat Resesi Seks

Published on

spot_img

 1,421 total views

INN NEWS – SCMP melaporkan, populasi di Jepang menurun hingga angka kelahiran bayi mencapai rekor terendah.

Menurunnya populasi tersebut lantaran Jepang disebut dilanda resesi seks.

Menurunnya populasi membawa dampak negatif di berbagai lini kehidupan, salah satunya ratusan sekolah tutup setiap tahun karena kekurangan murid.

Saat Eita Sato dan Aoi Hoshi berjalan menuju upacara kelulusan SMP, langkah mereka bergema di aula yang kini sangat sepi. Keduanya adalah satu-satunya lulusan SMP Yumoto. Sekolah berusia 76 tahun itu akan tutup untuk selamanya ketika tahun ajaran berakhir.

Baca juga: Populasi Nyusut, Korut Bujuk Warga Punya Banyak Anak Pakai Bantuan Sembako

“Kami mendengar desas-desus tentang penutupan sekolah di tahun kedua kami, tetapi saya tak membayangkan itu akan benar-benar terjadi. Saya terkejut,” kata Eita yang dikutip detikINET dari SCMP.

Hanya ada 799.728 kelahiran di Jepang pada tahun 2022, jumlah terkecil dalam catatan dan hampir tak lebih dari setengah dari 1,5 juta kelahiran yang tercatat di tahun 1982.

Adapun tingkat kesuburan, jumlah rata-rata anak yang lahir dari wanita selama masa reproduksi mereka, telah turun menjadi 1,3 atau jauh di bawah 2,1 yang diperlukan untuk mempertahankan populasi yang stabil. Kematian telah melampaui kelahiran selama lebih dari satu dekade.

Karena makin berkurangnya anak-anak, banyak sekolah tutup khususnya di area pedesaan. Menurut data pemerintah, sekitar 450 sekolah tutup setiap tahun. Antara tahun 2002 dan 2020, hampir 9.000 sekolah tutup untuk selamanya.

Tutupnya sekolah di pedesaan akan menimbulkan efek berantai, misalnya orang akan semakin malas tinggal di sana karena fasilitas pendidikan berkurang. Sekolah Yumoto, gedung dua lantai yang terletak di area pegunungan Ten-ei, memiliki sekitar 50 lulusan per tahun saat masa kejayaannya di tahun 1960-an.

Foto-foto setiap kelulusan tergantung di dekat pintu masuk, dari hitam putih menjadi berwarna, dengan jumlah siswa yang terlihat banyak dan tiba-tiba menurun dari sekitar tahun 2000. Sudah tidak ada foto serupa dari tahun lalu. Semuanya sudah berakhir.

 

 

Artikel Terbaru

Alasan Struktur UPTD PLDPI Solo Dihapus Mulai Oktober, Layanan Tak Dihentikan

INNNEWS — Pemerintah Kota Solo akan menghapus struktur kelembagaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)...

Status Darurat TPA Putri Cempo Solo Berakhir, DLH Kaji Pemanfaatan Sampah Bekas Kebakaran

INNNEWS — Status tanggap darurat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo,...

Kebakaran Apartemen di Penjaringan Jakut: 53 Orang Dievakuasi, Diduga Akibat Korsleting Listrik

INNNEWS — Kebakaran melanda Apartemen Teluk Intan di Jalan Teluk Intan, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan...

Perintah Prabowo Bikin Pendidikan di PTN Gratis Ditindaklanjuti

INNNEWS — Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN)...

artikel yang mirip

Alasan Struktur UPTD PLDPI Solo Dihapus Mulai Oktober, Layanan Tak Dihentikan

INNNEWS — Pemerintah Kota Solo akan menghapus struktur kelembagaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)...

Status Darurat TPA Putri Cempo Solo Berakhir, DLH Kaji Pemanfaatan Sampah Bekas Kebakaran

INNNEWS — Status tanggap darurat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo,...

Kebakaran Apartemen di Penjaringan Jakut: 53 Orang Dievakuasi, Diduga Akibat Korsleting Listrik

INNNEWS — Kebakaran melanda Apartemen Teluk Intan di Jalan Teluk Intan, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan...