HomeGlobalIndia Segera Salip China Sebagai Negara Terpadat Dunia 

India Segera Salip China Sebagai Negara Terpadat Dunia 

Published on

spot_img

 432 total views

INN NEWS – Populasi India diperkirakan akan menyusul China pada akhir April dan kemudian melampauinya sebagai negara terpadat di dunia, kata PBB pada Senin, 24 April 2023.

Pengumuman oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA) datang beberapa hari setelah Dana Kependudukan PBB mengumumkan pekan lalu bahwa India akan memiliki 2,9 juta lebih banyak orang daripada China pada pertengahan 2023.

Populasi India diperkirakan mencapai 1.425.775.850 pada akhir bulan ini, kata DESA, berdasarkan perkiraan terbaru PBB dan proyeksi populasi dunia.

“China akan segera melepaskan posisinya yang telah lama dipegang sebagai negara terpadat di dunia,” katanya, menambahkan bahwa “karena ketidakpastian seputar perkiraan dan proyeksi populasi, tanggal pasti di mana India diperkirakan akan menyusul China dalam hal populasi, adalah perkiraan. dan dependen “ulasan”.

Tahun lalu, beberapa pakar populasi menggunakan data PBB untuk memperkirakan populasi India per 14 April 2023 sebanyak 1.425.775.850.

Tetapi pejabat kependudukan PBB mengatakan ketidakpastian atas data India dan China membuat tidak mungkin untuk menetapkan tanggal, karena sensus terakhir India dilakukan pada 2011 dan sensus berikutnya, karena pada 2021, ditunda karena COVID-19. Pandemi.

“Populasi China memuncak pada 1,426 miliar pada 2022 dan mulai menyusut. Proyeksi menunjukkan bahwa populasi China bisa turun di bawah 1 miliar pada akhir abad ini,” kata DESA.

“Sebaliknya, populasi India diprediksi akan terus bertambah hingga beberapa dekade ke depan.”

Dari 2023 hingga 2050, jumlah orang berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan hampir dua kali lipat di China dan lebih dari dua kali lipat di India, kata DESA.

“Namun, persentase penduduk lanjut usia dalam total populasi akan jauh lebih lambat di India daripada di China,” tambahnya.

Sementara India tidak secara resmi menanggapi laporan UNFPA minggu lalu, China mengatakan keuntungan dari pertumbuhan populasi tidak hanya bergantung pada kuantitas tetapi juga pada kualitas, dan kumpulan bakat China berkembang pesat.

Reuters

Artikel Terbaru

Kapal Kargo Berbendera Panama Tenggelam di Teluk Benggala, 22 ABK Masih Dicari

INNNEWS – Sebuah kapal kargo berbendera Panama, MV Ocean Winner, tenggelam di Teluk Benggala...

Menteri PPPA Tekankan Keselamatan Anak Jadi Prioritas di Pengungsian Bencana NTT

INNNEWS – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan bahwa keselamatan,...

Isu Pemblokiran Rekening Donasi AMPB Jelang Demo 27 Agustus di DPR

INNNEWS – Rekening bank milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok,...

AMPB Siapkan Demo di Depan DPR RI 27 Agustus, Desak Sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukum Mati Koruptor

INNNEWS – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merencanakan aksi unjuk rasa besar di depan...

artikel yang mirip

Kapal Kargo Berbendera Panama Tenggelam di Teluk Benggala, 22 ABK Masih Dicari

INNNEWS – Sebuah kapal kargo berbendera Panama, MV Ocean Winner, tenggelam di Teluk Benggala...

Menteri PPPA Tekankan Keselamatan Anak Jadi Prioritas di Pengungsian Bencana NTT

INNNEWS – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan bahwa keselamatan,...

Isu Pemblokiran Rekening Donasi AMPB Jelang Demo 27 Agustus di DPR

INNNEWS – Rekening bank milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok,...