HomeGlobalKemlu Desak Pemerintah Myanmar Bantu Selamatkan 20 WNI Korban Perdagangan Orang

Kemlu Desak Pemerintah Myanmar Bantu Selamatkan 20 WNI Korban Perdagangan Orang

Published on

spot_img

 628 total views

INN NEWS – Sebanyak 20 orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) disekap di Myanmar.

Para korban mulanya dijanjikan lowongan pekerjaan sebagai customer service (CS) dengan gaji dan bonus yang besar. Mereka pun kemudian ditawarkan untuk pergi ke Thailand dan bekerja.

Ternyata 20 WNI tersebut malah diterbangkan ke Myawaddy, Myanmar oleh agen yang ada di Thailand tersebut. Myawaddy merupakan wilayah Myanmar yang berbatasan langsung dengan Thailand.

Bukan sebagai customer service, para korban justru dipekerjakan sebagai online scammer atau penipu online, yang mengincar korban orang-orang dari Amerika dan Eropa.

Kabarnya, para korban ini tidak hanya disekap, namun juga mendapatkan kekerasan dan penyiksaan, serta tidak memperoleh gaji selama 4 bulan bekerja. Para korban ini juga diancam diperjual belikan ke perusahaan lain apabila tidak memenuhi target pekerjaan.

Meresponi hal ini, Kementerian Luar Negeri RI segera melakukan upaya penyelamatan WNI di Myawaddy, salah satunya dengan mengirimkan nota diplomatik ke Kemlu Myanmar terkait penyekapan para WNI tersebut.

“Berbagai langkah telah dilakukan antara lain mengirimkan nota diplomatik keKemlu Myanmar, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan bekerja sama dengan lembaga internasional seperti IOM dan Regional Support Office Bali Process di Bangkok,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, Rabu (3/5).

Judha mengungkapkan upaya penyelamatan WNI di Myanmar merupakan misi dengan risiko tinggi. Hal ini mengingat lokasi penyekapan terletak di Myawaddy yang merupakan daerah konflik antara pemerintah Myanmar dan kelompok pemberontak.

Sejak krisis keamanan di Myanmar usai kudeta pada 2021, kawasan Myawaddy menjadi salah satu titik pertempuran. Di sana, terdapat kelompok bersenjata Karen National Liberation Army (KNLA) yang berperang melawan militer setempat yang saat ini menguasai Myanmar.

KBRI Yangon melakukan berbagai upaya, antara lain dengan memetakan jejaring yang ada di Myawaddy melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pemerhati kasus online scam.

Pemerintah Indonesia juga mendesak pemerintah Myanmar untuk campur tangan dalam membantu penyelamatan para WNI.

“KBRI Yangon dan KBRI Bangkok mendesak otoritas Myanmar mengambil langkah efektif untuk menyelamatkan para WNI,” jelasnya.

Kemlu juga bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk mengusut kasus TPPO ini. Keluarga korban berharap kasus ini segera terselesaikan dan para WNI dapat dibebaskan dan pulang ke tanah air.

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...