HomeOpiniJokowi Sedang 'Dipangku' Lawan Politiknya? 

Jokowi Sedang ‘Dipangku’ Lawan Politiknya? 

Published on

spot_img

 1,325 total views

INN NEWS – Istilah dipangku adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti mendudukkan orang atau benda di pangkuan kita.

Dalam falsafah Jawa, dipangku dapat diartikan sebagai cara mengalahkan atau menundukkan orang dengan memuji dan meninggikannya.

Selama ini itulah kekuatan Jokowi yang berhasil membuatnya bekerja. Jokowi berhasil mengambil hati para lawan politiknya sehingga tidak banyak hambatan yang berarti selama dia bekerja.

Akan tetapi jurus yang menjadi andalan Jokowi ini nampaknya saat ini sedang dialamatkan kepadanya. Para lawan politiknya satu-persatu kini mulai mengelu-elukan Jokowi.

Para relawan sekarang tidak banyak yang mengkritisi dan hanya fokus untuk terus memuji Jokowi. Semoga Jokowi segera menyadari bahaya ini.

Baca juga: Wih, Anies Baswedan Gagal Nyapres, Koalisi Perubahan Bubar?

Sebagai rakyat waras yang dulu memilih Jokowi, kita harus menyadarkan bahwa masih ada banyak masalah yang perlu dikritisi darinya.

Masalah intoleransi, pendidikan yang belum jelas arah pembangunannya, hingga masalah birokrasi yang masih ruwet dan korup adalah beberapa masalah yang harus terus dikritisi. Saat ini kita tidak sedang memilih raja baru untuk Indonesia.

Politik demokrasi saat ini bertujuan memilih pekerja yang diamanahi mengelola pajak dan seluruh potensi yang ada di negara ini. Sebagai petugas politik, pak Jokowi atau siapa pun dipilih dan diberi kekuasaan supaya dapat bekerja untuk rakyat.

Semoga menjelang akhir jabatan, Jokowi tidak terjebak dan lupa diri akibat pujian yang terus diberikan. Panggilan hati untuk melayani dan bekerja keras menyadarkan Jokowi untuk tegak lurus pada hati nurani.

2024 semakin memasuki tahap akhir. Jokowi akan memasuki masa terakhir dan masa paling dalam kepemimpinan politik yaitu kembali menjadi rakyat dan mengembalikan kekuasaan yang telah dipercayakan oleh rakyat.

Jokowi mungkin perlu melihat kembali film Lord of the Ring.

Pada cerita puncak, sang pembawa cincin yang mendapat mandat untuk menghancurkan cincin sempat tergoda dengan pesona kekuatan cincin tersebut dan menjadi ragu untuk menghancurkannya.

Semoga Jokowi tidak tergoda kepentingan politik pribadi diakhir jabatannya.

 

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...