HomeHeadlineJK Bilang Jokowi Contohi SBY, Anas: SBY Sering Kumpul Parpol di Istana

JK Bilang Jokowi Contohi SBY, Anas: SBY Sering Kumpul Parpol di Istana

Published on

spot_img

 236 total views

INN NEWS – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kembali berkicau di Twitter menanggapi kritik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kritik JK itu menyebut Jokowi supaya tidak terlalu ikut campur dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024 dan belajar dari presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pria yang baru saja bebas penjara akibat kasus megaproyek Hambalang itu mengklaim bila Presiden SBY pun pernah menggelar pertemuan tertutup bersama para ketum parpol di koalisi pemerintahannya.

Klaim itu disampaikannya melalui surat dan diunggah di akun Twitter pribadinya yang bunyinya:

“Banyak yang bertanya ke saya apakah dulu waktu periode Presiden SBY pernah ada pertemuan partai koalisi di Istana?”

Baca Juga: Soroti Jokowi, JK Dituding Punya Kepentingan di Balik Penentuan Capres Cawapres 2024

Anas mengatakan SBY pernah menggelar pertemuan tertutup dengan para pimpinan parpol pendukung pemerintahannya. Pertemuan itu disebut terjadi tak cuma sekali.

SBY juga pernah mengundang pertemuan bersama parpol koalisi pemerintahannya tetapi tak melibatkan salah satu parpol.

Namun Anas, konteks partai yang tak diundang SBY dalam pertemuan itu beda dengan Jokowi yang belakangan tak mengundang NasDem.

Menurut Anas pertemuan SBY bersama para pimpinan parpol koalisinya pernah dilakukan tanpa mengundang PKS. Namun Anas enggan menyampaikan suasana dan ihwal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Kicauan Anas di Twitter itu nyaris dibanjiri komentar warganet.

“Saya hanya berharap Pak Anas selalu sehat dan segera membuka kejadian yang terjadi ketika Pak Anas menjabat menjadi Ketum Demokrat,” @jordyyst.

Mas @anasurbaningrum kapan nih mahu buka2an siapa aktornya yg kasus hambalang dll? Biar hukum dan keadilan dinegara kita bisa bnr2 adil,” @rexy.

 

 

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.