HomeHeadlineQatar-Jawa Tengah Prepare Sejumlah Kerja Sama dan Investasi 

Qatar-Jawa Tengah Prepare Sejumlah Kerja Sama dan Investasi 

Published on

spot_img

 199 total views

INN NEWS – Duta Besar (Dubes) Qatar untuk RI, H.E. Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti menemui Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo baru-baru ini membahas potensi kerja sama bidang pendidikan, investasi, dan perdagangan.

Pada pertemuan itu, Dubes Fawziya mengajak Jateng untuk terlibat dalam kegiatan Year of Culture 2023 yang diselenggarakan Kedutaan Besar (Kedubes) Qatar pada Juni mendatang.

“Hari ini kita mendiskusikan banyak hal, kerja sama antara Indonesia (Jateng) dan Qatar, terutama tentang (kegiatan) Year of Culture 2023. Kita mendiskusikan bagaimana program berjalan dan kerja sama antara dua negara berjalan, dan kami berharap sukses,” katanya, seperti dirilis SRT.

Harap Fawziya, Ganjar bisa turut serta dalam kegiatan tersebut Qatar-Indonesia Year of Culture 2023.

Dalam kegiatan itu dilaksanakan road ride atau bersepeda dengan rute Jogjakarta-Borobudur. Melibatkan para pesepeda yang berasal dari Indonesia dan Qatar.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan yang bagus dan juga kami melihat kerja sama ke depan dalam bidang investasi, pendidikan dan bidang lainnya seperti ekonomi dan trading,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, dalam perbincangan dengan Dubes Qatar itu banyak potensi kerja sama yang dibahas.

“Tadi kita mencoba menggali kembali potensi-potensi kerja sama yang sementara ini Qatar dengan Indonesia, wabil khusus Jawa Tengah sudah ada perdagangan,“ kata Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan itu.

Ganjar juga mencoba menawarkan kerja sama di bidang pendidikan. Dia melihat Qatar bisa membuka kerja sama lewat beasiswa pendidikan.

“Kami mencoba menjajakan kerja sama, ada beasiswa ke Qatar, kerja sama antar perguruan tinggi seni dan budaya. Kami coba eksplor lagi potensi itu,” ujarnya.

Ganjar berharap potensi kerja sama di berbagai bidang bisa dilaksanakan. “Mudah-mudahan kerja sama Indonesia dengan Qatar bisa jauh lebih banyak, dan kami bisa sharing untuk kepentingan dua negara,” tutupnya.

Momen tersebut dibagikan Ganjar di media sosialnya.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.