HomeHeadlineDiplomasi Kapal Pinisi ala Jokowi: Membawa ASEAN Duduk Semeja & Berlayar Sebagai...

Diplomasi Kapal Pinisi ala Jokowi: Membawa ASEAN Duduk Semeja & Berlayar Sebagai Satu Keluarga

Published on

spot_img

 1,609 total views

INN NEWS – Indonesia telah berhasil menyelesaikan tugas menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42, 10 – 11 Mei 2023 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Ada banyak kesepakatan serta momen menarik yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut.

Salah satunya adalah saat Jokowi mengajak seluruh pemimpin negara ASEAN yang hadir melihat matahari terbenam di atas kapal pinisi.

Dalam website resmi Kementerian Luar Negeri RI menuliskan, ada 17 kursi coklat yang telat dialasi dengan bantalan abu. Di tengah kursi itu ada meja kotak panjang, lengkap dengan kudapan.

Konferensi yang identik dengan perundingan yang serius, intens, dan penuh lobi politik, diimbangi Jokowi dengan menyajikan momen matahari terbenam dengan suasana santai, penuh kehangatan, dan sangat bersahabat.

Jika mengenal Presiden Jokowi, kita akan memahami bahwa yang ia lakukan adalah ciri khas-nya dalam menjamu tamu.

Segala hal yang Jokowi lakukan dalam KTT ASEAN ke-42 sarat akan makna diplomatis dan politis, serta tujuan nasional yang berusaha dicapai Indonesia dalam pertemuan internasional tersebut.

Kapal pinisi sendiri ternyata bukan merujuk pada nama kapal, melainkan sebutan untuk sistem layar (rigging) yang mengonfigurasikan tali temali dengan tiang-tiang tinggi yang mengelilingi badan kapal.

Kapal dengan konfigurasi layar ini dibangun dan digunakan oleh orang Konjo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tetapi masih digunakan secara luas oleh orang Konjo dan orang keturunan Suku Bugis untuk mengarungi lautan Nusantara hingga dunia.

Meskipun tradisional, pembuatan kapal pinisi sangatlah kompleks dan sarat akan nilai-nilai budaya. Hal ini membuat UNESCO memutuskan seni pembuatan Kapal Pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural of Humanity).

Kapal Pinisi yang ditumpangi para kepala negara di kawasan ASEAN itu memiliki nama ‘Ayana Lako Di’a’ yang diambil dari bahasa Manggarai, suku asli di Labuan Bajo.

Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, nama tersebut memiliki arti “Semoga Selamat di Perjalanan”.

Berada dalam satu kapal yang sama, dengan megahnya interior dan eksterior Pinisi, tidak takut akan hantaman ombak dan badai di tengah laut, seolah mengingatkan pada pernyataan Jokowi untuk membawa ASEAN sebagai satu keluarga yang berlayar bersama menuju satu tujuan.

“Karena memang ASEAN ini adalah satu keluarga, ikatannya sangat kuat. Kesatuannya sangat penting untuk berlayar menuju tujuan yang sama, menjadikan ASEAN epicentrum of growth dan kawasan damai stabil dan sejahtera,” ungkap Kepala Negara yang didampingi Menlu Retno LP Marsudi dan Mensetneg Pratikno, pada keterangan pers KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo belum lama ini.

ASEAN sedang berlayar menuju relasi yang lebih kolaboratif dan integratif. Tidak dapat
dipungkiri, secara geografis ASEAN dikelilingi laut lepas yang rawan akan perebutan pengaruh kekuasaan, dari internal negara ASEAN maupun blok barat-timur.

Jokowi memanfaatkan keketuaan Indonesia dalam ASEAN untuk menegaskan kembali posisinya yang ingin kawasan ASEAN tidak berpihak pada proxy manapun.

Jokowi, dari dulu, memang lebih memilih opsi komunikasi intensif dan dialog ketimbang hard power showing of di lapangan.

“Prinsip Indonesia di keketuaan ASEAN adalah kolaborasi dan kerja sama dengan siapa pun, kita tidak ingin ASEAN menjadi proxy siapa pun, proxy negara mana pun,” ungkap Jokowi dalam keterangan pers di akun YouTube Setpres (7/5).

Di atas kapal pinisi berwarna putih itu, para pemimpin negara ASEAN saling bertegur sapa dan melepas penat pasca serangkaian agenda yang cukup padat.

Tidak terekam secara lengkap apa saja obrolan selama di sana, tetapi tampaknya hanya ada bincang-bincang ringan hingga ungkapan kekaguman dari para pemimpin negara ini akan indahnya senja di Laut Flores.

“Seperti yang dijanjikan Presiden Jokowi dari awal, kita datang ke kapal dan kita tidak terlalu memikirkan persoalan ekonomi, masalah keamanan, dan itu benar sekali. (Hal itu) ide yang sangat bagus untuk menjernihkan pikiran.”, ungkap Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden (11/5).

Sebuah ungkapan spontan dari Presiden Filipina ini merupakan sebuah kesan yang jujur.

Terlepas dari segala persoalan di kawasan ASEAN, kapal pinisi memberi reminder bahwa sejatinya ASEAN tetaplah entitas yang berada dalam satu kapal, berlayar kepada sebuah tujuan yang diupayakan secara kolektif.

Melalui keketuaan Indonesia, keluarga ASEAN yang sedang dibangun menjadi sebuah keluarga yang mengedepankan relasi lebih daripada kompetisi.

Meski begitu, keharmonisan keluarga ASEAN masih perlu diuji dan dimaksimalkan. Setelah KTT ASEAN ini, ada banyak pekerjaan rumah yang menunggu untuk ditangani seluruh anggota keluarga.

Konflik Myanmar, persoalan Laut Cina Selatan, masalah perdagangan manusia, integrasi ekonomi, menjadi tantangan yang menguji sejauh mana keluarga ini saling percaya.

Nama kapal pinisi ini bukan hanya nama biasa, namun doa agar seluruh anggota keluarga “selamat di perjalanan”, bahkan selamat sampai ke tempat tujuan.

Jika dalam pernyataannya Jokowi berharap ASEAN menjadi pusat pertumbuhan dan kawasan damai, stabil, serta sejahtera, maka biarlah harapan itu diamini dan diupayakan oleh para pemimpin negara dan seluruh masyarakat ASEAN.

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.