HomeHeadlineSetelah 78 Tahun, Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Setelah 78 Tahun, Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Published on

spot_img

 243 total views

INN NEWS – “Belanda “mengakui sepenuhnya dan tanpa syarat” bahwa Indonesia memperoleh kemerdekaan pada 17 Agustus 1945”, kata perdana menteri Mark Rutte dalam kajian parlemen tentang kolonialisme Belanda pada hari Rabu (14/6) dikutip dutchnews.nl.

Presiden Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan dari Belanda pada tanggal tersebut, namun hal itu tidak pernah diakui secara resmi oleh Belanda.

Belanda tetap menggunakan tanggal 27 Desember 1949, yaitu saat penyerahan kedaulatan dan Belanda menyerahkan klaimnya kepada Indonesia.

Namun, kata Rutte selama debat, “kami melihat proklamasi itu sebagai fakta sejarah”. Pernyataan Rutte ini memberi kejutan, serta mengubah sepenuhnya pernyataan Belanda yang

masih enggan mengakui tanggal kemerdekaan Indonesia di tahun 2005 silam.

Kala itu Belanda masih menggunakan tanggal 27 Desember 1949, sebagai ditetapkannya hasil Konferensi Meja Bundar waktu itu.

Meskipun demikian dalam sesi debat parlemen kemarin (14/6), Rutte mengatakan bahwa

tanggal 17 Agustus sudah sejak lama dilihat sebagai awal kemerdekaan Indonesia.

Dia pun mencontohkan bahwa Raja Belanda secara rutin mengirimkan telegram ucapan selamat Hari Kemerdekaan kepada Indonesia pada 17 Agustus setiap tahunnya.

Menyikapi hal ini, Presiden Jokowi memandangnya sebagai hal yang baik.

“Ya bagus,” ungkapnya singkat saat ditemui di Pasar Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Kamis (15/6).

Karena hal ini akan berdampak ke banyak hal, Jokowi mengaku untuk perlu berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terkait hal ini.

“Tapi nanti kita lihat. Saya (perlu) masukan dulu dari Menteri Luar Negeri karena impact-nya kemana-mana,” kata Jokowi.

Sebelum pengakuan tanggal kemerdekaan, Belanda sebetulnya telah melakukan progress terkait dengan pengakuan sejarah masa lalu yang dilakukan kepada Indonesia.

Pada 2011, kabinet Belanda juga meminta maaf kepada penduduk Indonesia atas penjajahan dan periode kekerasan yang ekstrim. Selain itu pada 2020, Raja Belanda Willem Alexander kembali meminta maaf di depan Presiden Jokowi atas kekerasan yang dilakukan pasca proklamasi.

Perkembangan pengakuan sejarah ini diharapkan dapat membawa Indonesia-Belanda dalam sebuah relasi pasca rekonsiliasi yang konstruktif dan bermanfaat bagi kemajuan kedua negara.

 

 

 

 

 

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.