HomeHeadlineStunting di Jateng Turun Drastis

Stunting di Jateng Turun Drastis

Published on

spot_img

 196 total views

INN NEWS – Bersinergi turunkan stunting di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh menerima penghargaan dari Presiden RI dan BKKBN.

Diketahui, pada akhir 2022 angka stunting di Jawa Tengah turun drastis hingga 51 persen.

Berdasarkan data, pada 2018, angka stunting di Jateng tercatat sebesar 24,4 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan melalui program penanganan stunting yang digenjot gubernur dan kemudian terus didukung Tim Penggerak PKK Jateng.

Sehingga pada akhir 2022, angka stunting di Jateng tinggal 11,9 persen.

Komitmen dalam penanganan stunting tersebut, Ganjar mendapat penghargaan kehormatan dari Presiden Republik Indonesia (RI), yakni Satya Lencana Wira Karya.

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada Puncak Harganas ke-30 di Banyuasin, Sumatera Selatan baru-baru ini.

Sbelumnya, Siti Atikoh juga mendapat penghargaan dari BKKBN. Ia dinilai berhasil memimpin TP PKK Jateng dan aktif membina keluarga dan mendampingi para ibu, serta menurunkan stunting hingga tinggal 11,9 persen pada 2022 berdasarkan perhitungan elektronik – Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM).

“Saya menyampaikan terima kasih, karena kerja dari kawan-kawan yang bagus, kompak, terstruktur dan sistematis sehingga kita bisa menurunkan angka stunting yang bagus,” kata Ganjar.

Ganjar menerangkan, ada banyak program yang dilakukan untuk menangani stunting di Jawa Tengah. Di antaranya program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng).

“Itu program perhatian pada ibu hamil, memeriksakan sejak awal kehamilan, memberikan asupan gizi, kontrol terus menerus sampai melahirkan. Setelah lahir anak dikasih ASI ekslusif termasuk gizinya terus diperhatikan,” jelasnya.

Diakui Ganjar, pemerintah tak bisa bekerja sendiri dalam upaya penanganan stunting. Dia bersyukur karena seluruh masyarakat dan berbagai pihak di Jateng selalu mendukung program penurunan angka stunting. Mulai dari pihak swasta, BUMD, BUMNN dan masih banyak lagi.

“Ini sebuah gotong royong yang cukup bagus dan terus kita genjot agar target penurunan tercapai. Menurut saya itu tidak akan sulit,” ujar dia.

Semangat gotong royong ini juga yang menjadikan sejumlah daerah di Jateng turut mendapatkan apresiasi dari BKKBN.

Sejumlah kepala daerah yang juga menerima penghargaan pada puncak Harganas ke-30, yakni bupati Banyumas, bupati Klaten dan bupati Grobogan.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.