HomeHeadlineElektabilitas Golkar 'Lampu Kuning', Airlangga Tak Turun ke Rakyat?

Elektabilitas Golkar ‘Lampu Kuning’, Airlangga Tak Turun ke Rakyat?

Published on

spot_img

 254 total views

INN NEWS – Partai Golongan Karya atau Golkar disebut tengah berada dalam kondisi genting atau lampu kuning.

Kondisi partai berlambang beringin itu diungkapkan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat bertemu para pimpinan media massa, Sabtu, 22 Juli 2023.

Diungkapkan Bahlil, Golkar dalam kondisi lampu kuning disebabkan elektabilitasnya hanya berkisar 6 persen saja pada 2023. Padahal Golkar sendiri sempat mendapat 13 persen pada Pemilu 2019.

“Sudah lampu kuning. Dari 2 digit menjadi 1 digit, 6 persen pula. Padahal, dulu dalam survei itu 10 persen, tapi dapat 13 persen,” ujar Bahlil.

Kata Bahlil, dia sudah berdiskusi dengan kader Partai Golkar mengenai turunnya elektabilitas partai kuning itu. Hal itu membuatnya heran.

Padahal, elektabilitas partai seperti PDIP dan Partai Gerindra sebagai pendukung Presiden Joko Widodo terus naik signifikan.

“Bahkan, parpol pendukung lain itu Gerindra dan PDIP naik. Kita bicara tiga partai besar. Harusnya golkar ikut naik dong? Toh dia juga dukung Jokowi,” cetusnya.

Menurut Bahlil ada yang salah dengan manajemen Partai Golkar.

Bahlil menilai bahwa salah satu alasan elektabilitas partai beringin itu turun lantaran Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak turun ke lapangan (rakyat).

“Dalam pandangan teman-teman yang menyampaikan ke saya memang demikian. Kalau dia turun, enggak begini hasilnya Golkar. Ini, kan, miris juga,” ucap Bahlil.

Soal Airlangga yang jarang diajak bertemu Jokowi, Bahlil pun menampik, sebab Airlangga kerap kali pergi dengan presiden, tapi tak bisa memanfaatkan kesempatan tersebut seperti.

“Kalau bicara jarang diajak Jokowi, enggak juga. Pak Airlangga sering diajak Jokowi. Coba lihat Pak Prabowo, dia benar-benar memperlihatkan secara elektoral dan tingkat kepuasan publik Pak Jokowi terhadap Gerindra artinya dia lurus, begitu lho,” ucapnya.

Menurut penilaian Bahlil, pencapaian suara Partai Golkar karena dikerjakan kader-kader yang ada pada parlemen pada semua tingkatan, dan hanya sedikit eksekutif partai yang ikut bekerja di bawah.

“Padahal, seharusnya eksekutif partai membuat arah kebijakan partai dengan program, kata Bahlil. Diarahkan lah teman-teman DPR agar menusuk langsung ke jantung suara. Kalau ini tidak dilakukan, gagasannya itu parsial dan itu yang biasa dilakukan kelaziman Golkar,” ujar Bahlil.

Knsolidasi pada semua tingkatan kader partai kata Bahlil harus dilakukan dengan segera. Selain itu, kata Bahlil, Airlangga juga harus turun ke daerah-daerah untuk menaikkn elektabilitas partai.

 

 

 

 

 

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.