HomeHeadlineAngka Kemiskinan di Jateng Terus Turun, Caranya Tak Hanya Andalkan APBD

Angka Kemiskinan di Jateng Terus Turun, Caranya Tak Hanya Andalkan APBD

Published on

spot_img

 360 total views

INN NEWS – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo membeberkan langka-langka yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah pemerintahannya.

Langka-langka tersebut diungkapkan Ganjar meresponi panggilan telepon dari Menko Pembangunan dan Pemberdayaan Manusia (PMK) Muhadjir Efefendy baru-baru ini.

Diungkapkan Ganjar di akun instagramnya dipantau INN Indonesia, Kamis, 27 Juli 2023, Menko PMK menelponnya untuk menanyakan apakah pembangunan di Jateng untuk pemberantasan kemiskinan ekstrem tak pakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pak menko PMK Pak Muhadjir tiba-tiba telepon saya karenna ada berita di Menko Pembangunan Manusia dan Ke TV, Jawa Tengah menurunkan akan kemiskinan ekstrem melibatkan beberapa pemangku kepentingan. Diteleponlah saya,” ungkap Ganjar.

Muhadjir: “Pak Ganjar itu betul tidak pake APBD? ”

Ganjar: “Siap, Prof Pak Menteri Tidak ”

Muhadjir: “Loh sumbernya dari mana? ”

Ganjar: “Dari kekuatan gotong royong ”

Muhadjir: “ Wealah Ini agak aneh. Kan biasanya pake anggaran apakah APBN APBD Provinsi kabupaten/kota atau dana desa”

Ganjar: “Pak kalo pake itu, pak kita urutkan nggak selesai sampai kapanpun maka harus ada cara di samping cara yang mainstream. Harus ada yang cara lain”

Menurut Ganjar, persoalan pelik butuh solusi yang apik.

“Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup dan tidak akan selesai jika hanya berupa bantuan dari APBD Pemda dan Pemprov,” kata Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu pun menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang sudah bergotong royong bersama Pemprov memberantas kemiskinan extrem.

“Terima kasih untuk CSR, Filantrop, dan khususnya Baznas yang telah membantu. Pola kerjasamanya terbangun dan kita jaga terus spirit gotong royongnya,” ucap Ganjar.

BPS Ungkap Angka Penduduk Miskin di Jateng Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah menurun. Pada Maret 2023, jumlahnya sebanyak 3,79 juta orang atau turun 66,73 ribu orang dari September 2022.

Secara presentase, jumlah ini mengalami penurunan menjadi 10,77 persen atau turun 0,21 persen poin bila dibanding September 2022 yang mencapai 10,98 persen atau 3,86 juta orang.

Adapun percepatan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah terus digenjot Ganjar setelah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian dunia melemah selama dua tahun berturut-turut.

Sejumlah program pun digencarkan Ganjar, seperti Kartu Jateng Sejahtera, Kartu Tani, Kartu Nelayan, SMKN Jateng, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jambanisasi, Listrik Gratis, Tuku Lemah Oleh Omah hingga sejumlah program penurunan stunting.

Ganjar melanjutkan, percepatan penurunan kemiskinan juga akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun 2023. Pasalnya, pengentasan kemiskinan di daerah sejalan dengan program pemerintah pusat.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.