HomeHeadlineAngka Kemiskinan di Jateng Terus Turun, Caranya Tak Hanya Andalkan APBD

Angka Kemiskinan di Jateng Terus Turun, Caranya Tak Hanya Andalkan APBD

Published on

spot_img

 738 total views

INN NEWS – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo membeberkan langka-langka yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah pemerintahannya.

Langka-langka tersebut diungkapkan Ganjar meresponi panggilan telepon dari Menko Pembangunan dan Pemberdayaan Manusia (PMK) Muhadjir Efefendy baru-baru ini.

Diungkapkan Ganjar di akun instagramnya dipantau INN Indonesia, Kamis, 27 Juli 2023, Menko PMK menelponnya untuk menanyakan apakah pembangunan di Jateng untuk pemberantasan kemiskinan ekstrem tak pakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pak menko PMK Pak Muhadjir tiba-tiba telepon saya karenna ada berita di Menko Pembangunan Manusia dan Ke TV, Jawa Tengah menurunkan akan kemiskinan ekstrem melibatkan beberapa pemangku kepentingan. Diteleponlah saya,” ungkap Ganjar.

Muhadjir: “Pak Ganjar itu betul tidak pake APBD? ”

Ganjar: “Siap, Prof Pak Menteri Tidak ”

Muhadjir: “Loh sumbernya dari mana? ”

Ganjar: “Dari kekuatan gotong royong ”

Muhadjir: “ Wealah Ini agak aneh. Kan biasanya pake anggaran apakah APBN APBD Provinsi kabupaten/kota atau dana desa”

Ganjar: “Pak kalo pake itu, pak kita urutkan nggak selesai sampai kapanpun maka harus ada cara di samping cara yang mainstream. Harus ada yang cara lain”

Menurut Ganjar, persoalan pelik butuh solusi yang apik.

“Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup dan tidak akan selesai jika hanya berupa bantuan dari APBD Pemda dan Pemprov,” kata Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu pun menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang sudah bergotong royong bersama Pemprov memberantas kemiskinan extrem.

“Terima kasih untuk CSR, Filantrop, dan khususnya Baznas yang telah membantu. Pola kerjasamanya terbangun dan kita jaga terus spirit gotong royongnya,” ucap Ganjar.

BPS Ungkap Angka Penduduk Miskin di Jateng Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah menurun. Pada Maret 2023, jumlahnya sebanyak 3,79 juta orang atau turun 66,73 ribu orang dari September 2022.

Secara presentase, jumlah ini mengalami penurunan menjadi 10,77 persen atau turun 0,21 persen poin bila dibanding September 2022 yang mencapai 10,98 persen atau 3,86 juta orang.

Adapun percepatan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah terus digenjot Ganjar setelah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian dunia melemah selama dua tahun berturut-turut.

Sejumlah program pun digencarkan Ganjar, seperti Kartu Jateng Sejahtera, Kartu Tani, Kartu Nelayan, SMKN Jateng, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jambanisasi, Listrik Gratis, Tuku Lemah Oleh Omah hingga sejumlah program penurunan stunting.

Ganjar melanjutkan, percepatan penurunan kemiskinan juga akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun 2023. Pasalnya, pengentasan kemiskinan di daerah sejalan dengan program pemerintah pusat.

Artikel Terbaru

Di Depan Macron, Prabowo Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Prancis

INNNEWS-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rencana penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan...

Kisah Lansia Asal Surakarta Bertahan Hidup dengan Jual Bunga dan Bersihkan Makam

INNNEWS-Seorang lansia asal Surakarta, Jawa Tengah, menjadi perhatian warga setelah kisah perjuangannya bertahan hidup...

Intoleransi Terus Terjadi, Hukum Kehilangan Otoritas?

INNNEWS - Mendeketai hari lahir Pancasila pada 1 Juni, intorensi kembali terjadi di bangsa...

11 WNA Jadi Leader Sindikat Scam Internasional di Solo Baru, Raup Miliaran Rupiah dari Korban

INNNEWS – Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membongkar praktik penipuan daring atau scam...

artikel yang mirip

Di Depan Macron, Prabowo Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Prancis

INNNEWS-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rencana penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan...

Kisah Lansia Asal Surakarta Bertahan Hidup dengan Jual Bunga dan Bersihkan Makam

INNNEWS-Seorang lansia asal Surakarta, Jawa Tengah, menjadi perhatian warga setelah kisah perjuangannya bertahan hidup...

Intoleransi Terus Terjadi, Hukum Kehilangan Otoritas?

INNNEWS - Mendeketai hari lahir Pancasila pada 1 Juni, intorensi kembali terjadi di bangsa...