HomeHeadlineMengapa Harus 'Petugas Partai'?

Mengapa Harus ‘Petugas Partai’?

Published on

spot_img

 999 total views

INN NEWS – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kerap kali menuai kontroversi akibat menyebut para kadernya sebagai ‘petugas partai’.

Lontaran ‘petugas partai’ kerap kali dilontarkan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri termasuk untuk Presiden Jokowi yang juga merupakan kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

Namun sebutan itu seringkali dinilai menghina sosok-sosok tersebut apalagi kepada seorang presiden.

Megawati Soekarnoputri mengaku kerap di-bully atau dirundung karena pemyebutan itu, tapi memilih ambil jalur cuek.

Hal itu diungkapkan Megawati dalam sambutannya saat meresmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya, Rabu, 26 Juli 2023.

Lalu Kenapa Harus Disebut Petugas Partai?

“Kalau anak-anak (kader) saya itu, saya saja di-bully nggak boleh ngomong petugas partai. Lho, orang partai kita (aturannya) memang gitu, lho kok yang lain ikut mau nimbrung-nimbrung intervensi,” kata presiden RI ke-5 itu.

Menurutnya, sebutan ‘petugas partai’ bagi kader memang lazim di PDI Perjuangan. Sebab, seluruh kadernya yang maju dalam pemilu didukung dan diusung oleh partainya.

“Ya kalau kamu mau ngikut kita, ikut aja kamu bilang ini kader. Nanti memangnya kalau bukan kader gitu, orang juga lalu bilang gini, misalnya Pak Eri, mana bisa dia jadi Wali Kota kalau tidak didukung oleh partai,” terang Megawati.

Megawati lalu memberi contoh lagi terkait capres yang diusung juga merupakan petugas partai. Itu kenapa, ia menyebut Presiden Jokowi sebagai petugas partai. Dan hal ini telah diatur dalam Undang-Undang.

“Lah namanya perundangan Republik Indonesia, coba kalian baca. Bahwa yang namanya capres itu diusung oleh satu partai atau beberapa partai. Wong itu jelas loh. Kok terus saya yang di-bully, bahwa nggak boleh kader, itu petugas partai. Loh saya bilang Pak Jokowi petugas partai, ayo mau di-bully lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati menyebut orang-orang yang kerap mem-bully dirinya terkait petugas partai tak paham aturan soal politik. Sebab, partai memang menugaskan kader-kadernya.

“(Kalau partai tak boleh menugaskan kader) Untuk apa ada partai dong? Ya sudah saja (bikin saja sistem) kita satu arah, semua sama, enggak boleh ada kader (partai), (sehingga) enggak boleh ada petugas (partai). Jadi ada (dibuat) aturan pemerintah RI mesti begini,” tandasnya.

 

Artikel Terbaru

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG, Mayoritas Swasta Internasional

INNNEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program...

Presiden Trump Hadiri Upacara di Pentagon untuk Tandai 25 Tahun Tragedi 9/11

  INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September...

Hari Radio Nasional Diperingati Hari Ini

  INNNEWS – Hari ini, Jumat 11 September 2026, Indonesia memperingati Hari Radio Nasional. Tanggal ini...

Upacara Peringatan 25 Tahun Serangan 11 September 2001 Berlangsung di World Trade Center, Pentagon, dan Shanksville

INNNEWS – Amerika Serikat memperingati 25 tahun serangan teroris 11 September 2001 pada Jumat,...

artikel yang mirip

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG, Mayoritas Swasta Internasional

INNNEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program...

Presiden Trump Hadiri Upacara di Pentagon untuk Tandai 25 Tahun Tragedi 9/11

  INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September...

Hari Radio Nasional Diperingati Hari Ini

  INNNEWS – Hari ini, Jumat 11 September 2026, Indonesia memperingati Hari Radio Nasional. Tanggal ini...