HomeTrendingRelawan Solo Mengajar 21: Indonesia Tak Pernah Kekurangan Orang-orang Baik

Relawan Solo Mengajar 21: Indonesia Tak Pernah Kekurangan Orang-orang Baik

Published on

spot_img

 555 total views

SOLO – Sebelas tahun mengabdi, Solo Mengajar (SM) menjadi saksi bahwa bangsa ini tidak pernah kekurangan orang-orang baik.

Masuk angkatan 21, Solo Mengajar telah memilih 31 pemuda-pemudi terbaik bangsa yang tergerak menjadi relawan.

31 relawan yang dipilih berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah bekerja hingga masih berstatus pelajar. Misalnya salah satu relawan bernama Iwan yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Di angkatan 21 ini, relawan Solo Mengajar tidak hanya fokus pada kegiatan pembelajaran di Taman Cerdas saja tapi juga aktif untuk belajar dan membicarakan isu-isu yang terjadi di masyarakat.

Melalui pertemuan rutin yang diwajibkan, relawan Solo Mengajar juga belajar dan membahas tentang isu-isu sekitar politik, sosial, budaya yang sedang terjadi di masyarakat.

Pembelajaran tersebut dilakukan karena relawan Solo Mengajar sepakat untuk menjadi warga negara yang dapat terus berkontribusi positif.
Isu-isu politik, permasalahan sosial yang berkaitan dengan SARA menjadi topik pembelajaran relawan.

Diskusi terkait isu-isu sensitif tersebut bertujuan sebagai komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman isu-isu sensitif yang beredar luas di masyarakat melalui media sosial.

Relawan sebagai garda terdepan mengawal pendidikan sekaligus menjadi role model bagaimana bermasyarakat dalam kebhinekaan yang sejati.

Fokus kegiatan pembelajaran Solo Mengajar pada angkatan 21 ini meliputi 4 fokus pembelajaran yaitu karakter, budaya, nasionalisme, pengembangan prestasi. Empat fokus pembelajaran ini menjadi pilar yang menopang pendidikan formal yang didapat anak-anak di sekolah.

Pada pertengahan Agustus ini, para relawan akan mulai diterjunkan di 4 taman cerdas yaitu Taman Cerdas Gandekan, Mojosongo, Jebres, dan Joyontakan.

Sebagai informasi, relawan Solo Mengajar baru saja selesai mengikuti pembekalan yang dilaksanakan di Aula Paud Garuda Gandekan, Kota Soloi pada Sabtu, 29 Juli 2023.

Artikel Terbaru

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Akibat Kecurangan, Sudah Tahu?

INN NEWS – Proses sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saat ini telah mendekati hari pemutusan yang dijadwalkan pada Senin, 22 April 2024.

Tragis, Ibu Muda Gantung Diri Depan Anak, Stres Ditinggal Suami Usai Diduga Selingkuh

AMBON - Kabar duka datang dari ibu muda Tasya Imanuela Frimansya Siahaya (23) yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di depan mata anaknya sendiri pada Selasa(16/4/2024) malam.

Arab Saudi Diam-diam Bantu Israel Tangkis Serangan Iran

INN Internasional - Jerusalem Post, Selasa, 16 April 2024 memberitakan bahwa Kerajaan Arab Saudi membantu Israel untuk menangkis serangan Iran belum lama ini.

artikel yang mirip

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Akibat Kecurangan, Sudah Tahu?

INN NEWS – Proses sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saat ini telah mendekati hari pemutusan yang dijadwalkan pada Senin, 22 April 2024.

Tragis, Ibu Muda Gantung Diri Depan Anak, Stres Ditinggal Suami Usai Diduga Selingkuh

AMBON - Kabar duka datang dari ibu muda Tasya Imanuela Frimansya Siahaya (23) yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di depan mata anaknya sendiri pada Selasa(16/4/2024) malam.