HomeGaya HidupPemerintah Komitmen Wujudkan Kehidupan Beragama yang Toleran dan Kondusif Sesuai Konstitusi

Pemerintah Komitmen Wujudkan Kehidupan Beragama yang Toleran dan Kondusif Sesuai Konstitusi

Published on

spot_img

 449 total views

JAKARTA – Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mengikuti acara Zikir dan Doa Kebangsaan 78 Tahun Indonesia Merdeka, Selasa, 1 Agustus 2023 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Marilah kita terus merawat kerukunan kita, merawat toleransi kita, sikap saling menghargai, sikap saling menolong agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang bersatu, bangsa yang maju, bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan, kerukunan dan sifat gotong royong yang dimiliki bangsa Indonesia mampu membawa Indonesia mengatasi berbagai tantangan, seperti pandemi COVID-19.

“Tentu saja tidak lepas dari ketangguhan, kesabaran, tawakal kita bersama dalam menghadapi berbagai tantangan. Dan di mana akar dari semua itu adalah kepercayaan kita kepada Allah Swt. Kita berserah diri dan juga berikhtiar,” ujarnya.

Baca juga: Tertinggi di Dunia Orang Indonesia Percaya Tuhan, Jokowi: Modal Kuat Hadapi Tantangan 

Jokowi pun menyinggung hasil survei lembaga internasional yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mencapai 96 persen

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kiai, kepada para ulama, kepada para tokoh agama, kepada tokoh masyarakat, kepada guru-guru kita, kepada orang tua-orang tua kita, dan seluruh komponen bangsa yang secara konsisten dan tidak kenal lelah terus mengenalkan, terus mengajarkan, terus membimbing kepada anak-anak kita generasi penerus bangsa tentang kepercayaan kepada Tuhan, tentang kepercayaan kepada Allah Swt,” imbuhnya.

Jokowi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mewujudkan kehidupan beragama yang baik di tanah air.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan beragama yang baik, yang nyaman, toleran dan kondusif sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945,” ucapnya.

Dalam acara yang menjadi pembuka rangkaian Bulan Kemerdekaan memperingati HUT ke-78 RI ini, Kepala Negara juga tak lupa membangun optimisme bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Mari kita isi kemerdekaan ini dengan kerja keras, dengan optimisme untuk mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045,” tandasnya.

 

 

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.