HomeGlobalIsrael dan Arab Saudi Makin Mesra Tanpa Normalisasi

Israel dan Arab Saudi Makin Mesra Tanpa Normalisasi

Published on

spot_img

 487 total views

INN NEWS – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu percaya diri bahwa hubungan Israel dan Arab Saudi akan terus berkembang dan mesra sekalipun tanpa normalisasi.

Hal itu diucapkan Netanyahu dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang dirilis Senin kemarin, mengutip Selasa, 8 Agustus 2023.

Seperti diketahui, Israel dan Arab Saudi memang tidak pernah memiliki hubungan diplomatik terutama setelah Perang Arab-Israel pada 1948.

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, Netanyahu percaya diri bahwa Israel dan Saudi pada akhirnya akan menyepakati perjanjian damai antara kedua negara meski saat ini di depan publik Riyadh masih terlihat belum begitu tertarik mencapai itu.

“Arab Saudi adalah salah satu hal yang luar biasa yang memberi tahu Anda mengapa saya sangat optimis tentang Israel,” ucap Netanyahu.

“Pertama, ada koridor ekonomi energi, transportasi, dan komunikasi yang secara alami melewati geografi kita dari Asia melalui Jazirah Arab hingga Eropa, kita akan menyadarinya mau tidak mau. Menurut saya, kita akan menyadari apakah kita memiliki perdamaian formal atau tidak,” paparnya menambahkan.

Natanyahu bahkan berani bertaruh dengan para investor dan pengusaha Israel soal normalisasi dengan Saudi ini.

Dalam kesempatan itu, dia juga blak-blakan jika Israel menyadari bahwa isu Palestina bakal menjadi salah satu poin yang wajib terpenuhi untuk bisa mencapai perjanjian normalisasi hubungan dengan Saudi.

Meski begitu, Netanyahu menegaskan dia “tidak akan memberikan apa pun yang dapat membahayakan keamanan Israel.”

Netanyahu juga memberi isyarat bahwa dia tidak akan menyetujui pembentukan negara Palestina meski mengakui bahwa Ramallah harus memiliki pemerintahan sendiri.

“Jika konsesi (normalisasi dengan Saudi) sebagai contoh adalah memberikan warga Palestina hak untuk berdiri sebagai sebuah negara. Apakah itu keluar batas (Israel)?” ucap reporter Bloomberg bertanya.

“(Palestina) tidak akan menjadi negara sendiri, itu akan menjadi negara yang dikontrol Iran (musuh Israel) dengan area seluas Washington Beltway,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.