HomeHeadlineAda Kawan Jadi Lawan, Puan: Bukan Banteng Kalau Tak Bertempur untuk Indonesia

Ada Kawan Jadi Lawan, Puan: Bukan Banteng Kalau Tak Bertempur untuk Indonesia

Published on

spot_img

 306 total views

SEMARANG – Ketua DPP PDI Perjuangan mengungkapkan sejumlah tantangan partainya menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024.

Hal itu diungkapkan Puan dalam arahannya di panggung Konsolidasi Semangat Menuju Pemenangan Partai dan Ganjar 2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 25 Agustus 2023.

Ketua DPR RI itu menyinggung salah satu tantangan adalah ‘kawan jadi lawan’.

Puan juga menyebut ada tantangan dan perlawanan besar. Juga ada banyak pihak yang ingin melihat PDIP pecah dan lemah.

“Tantangan yang kita hadapi bagai batu karang yang mengadang,” ujar Puan di hadapan 34.000 kader PDIP Jateng yang hadir.

“Tapi bukan banteng namanya kalau ciut. bukan PDIP kalau takut bertempur, bertempur demi kebenaran, kita adalah para pejuang untuk Indonesia!” tegas Puan.

Puan juga memamerkan PDI Perjuangan yang telah berhasil mengantarkan kader terbaiknya yaitu Presiden Joko Widodo sebagai presiden yang telah berhasil selama dua periode.

Putri Presiden RI ke-5 itu menegaskan, dengan kepemimpinan nasional dari PDIP, mereka akan meneruskan tugas sejarah mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berdikari.

“Kita ingin kepemimpinan nasional ke depan dapat diteruskan oleh presiden dan wakil presiden baru dari PDI Perjuangan,” katanya.

Diketahui Untuk Pilpres 2024, PDIP telah memutuskan bakal mengusung kadernya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal capres.

Namun, di tengah perjalananya, beberapa waktu ini ada kader yang justru mendukung baik lugas maupun tak lugas ke arah bakal calon dari kubu lain.

Salah satunya adalah Budiman Sudjatmiko yang mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres 2024 sehingga langsung dipecat.

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.