HomeTrendingPembunuh Dosen di Sukoharjo Ternyata Tukang Bangunan, Sakit Hati Sering Dikata-katain

Pembunuh Dosen di Sukoharjo Ternyata Tukang Bangunan, Sakit Hati Sering Dikata-katain

Published on

spot_img

 371 total views

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo, Jawa Tengah akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo, Wahyu Dian Silviani (34).

Pelaku yakni Dwi Feriyanto, 23, warga Desa Tempel, Kecamatan Gatak.

Dia tertangkap di rumahnya pada Jumat, 25 Agustus dini hari.

Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit kepada awak media mengungkapkan, pelaku yang diamankan adalah buruh bangunan yang bekerja merenovasi rumah korban.

Kata Sigit, menurut pengakuan pelaku, dia tega menghabisi nyawa dosen tersebut lantaran merasa sakit hati sering dikata-katain.

Pelaku diungkapkan Sigit, selain membunuh, dia juga mengambil hp dan uang korban.

Berdasarkan hasil otopsi pihak medis, terdapat luka lebam di paha kanan dan tidak ada kekerasan seksual.

Ada luka tusuk di dada kanan, di atas payudara dan di atasnya. Selain itu, terdapat sayatan di samping ketiak kanan.

Lengan sebelah kiri bagian dalam terdapat luka terbuka, luka bacok dari pelipis sampai pipi kanan sekitar 10 cm, bibir kanan terdapat luka tusuk, luka terbuka hidung atas.

Pelipis kiri terdapat luka sayat, alis kanan ada sayatan, kepala kiri belakang ada bekas sayatan sekitar 5 sayatan. Serta kepala belakang sebelah kanan terdapat benjolan.

“Korban dibunuh di ruang tengah di rumah temannya (rumah kosong milik tetangga yang jadi tempat tinggal sementara korban, Red) . Jadi bukan di rumah korban. Karena rumah korban sedang direnovasi,” ungkapnya.

Dwi Feriyanto pelaku pembunuhan mengaku dirinya sakit hati kepada korban. Dia mengatakan sering dikata-katain oleh korban.

“Senin lalu, dibodoh-bodohin, ditolol-tololin. Lalu habis kerja timbul niat membunuh. Senin malam saya masuk ke rumah tempat dia tidur, lewat belakang,” katanya.

Dwi mengaku, menusuk korban satu kali dan menyabet korban tiga kali dengan pisau. Korban sempat mau merebut pisau, tapi gagal. “Setelah meninggal, saya tutup pakai kasur,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

Ponakan Prabowo Jadi Wamenkeu Disebut Sebagai Signal Pengganti Sri Mulyani 

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi  mengangkat ponakannya yang juga Bendahara Umum Partai Gerindra Thomas Djiwandono menjadi wakil menteri keuangan II pada Kamis (18/7).

artikel yang mirip

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran.