HomeHeadlineKPI: Ganjar Muncul di Azan TV Bukan Pelanggaran, Hanya Talent 

KPI: Ganjar Muncul di Azan TV Bukan Pelanggaran, Hanya Talent 

Published on

spot_img

 204 total views

INN NEWS – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah melakukan rangkaian kajian dalam beberapa hari terakhir terkait bakal calon presiden (Bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang muncul dalam azan di salah satu stasiun TV.

Berdasarkan kajian tersebut dan juga sidang pleno yang dihadiri sembilan komisioner pada Rabu, 13 September 2023, KPI memutuskan tidak ada pelanggaran dalam tayangan azan itu.

Keputusan itu diungkapkan Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat Tulus Santoso kepada sebuah sumber resmi.

Tulus mengungkapkan, KPI telah melakukan rangkaian kajian serta memanggil stasiun TV itu untuk memberi keterangan.

“Memang tidak ada pelanggaran dalam tayangan tersebut,” kata Tulus.

KPI memutuskan tayangan azan itu tidak termasuk pelanggaran lantaran tidak ada pasal yang bisa diterapkan dalam kasus tersebut, dijelaskan Tulus.

Lagian tayangan itu menurutnya tidak melanggar ketentuan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

KPI juga mempertimbangan hal lain seperti Ganjar masih belum berstatus sebagai capres yang resmi didaftarkan di KPU serta masa kampanye Pemilu 2024 yang belum dimulai.

“Jadi memang pertimbangan utamanya adalah memang statusnya sebagai apa. Karena berdasarkan kajian dan pemeriksaan kami, kehadiran pak Ganjar sebagai talent dan bukan merupakan bagian pengiklanan,” kata dia.

Baca juga: Menag Buka Suara Soal Ganjar Muncul di Azan TV: Masa Itu Politik Identitas?

Sebagai mitigasi selanjutnya, tayangan-tayangan kepemiluan yang berpotensi melanggar, KPI akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Gugus Tugas yang terdiri dari KPU, Bawaslu, KPI dan Dewan Pers.

KPI kata Tulus juga mengimbau agar seluruh lembaga penyiaran untuk tidak memihak siapapun capres dan cawapres di Pemilu 2024, serta mengedepankan independensi siaran.

“Jadi tetap mengedepankan prinsip adil, tidak memihak, dan proporsional dalam menyiarkan program siaran demi menjaga penyelenggaraan Pemilu 2024 yang demokratis,” ujarnya.

 

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.