HomeHeadlineNajwa Shihab Sebut Ganjar Tak Rendahkan Profesi MC ataupun Jurnalis, Maksudnya Ini

Najwa Shihab Sebut Ganjar Tak Rendahkan Profesi MC ataupun Jurnalis, Maksudnya Ini

Published on

spot_img

 391 total views

INN NEWS РJurnalis Najwa Shihab menyebut  pernyataan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo tak merendahkan profesi Jurnalis.

Hal ini ditegaskan Najwa menanggapi anggapan sebagian pihak bahwa Ganjar telah merendahkan profesi jurnalis.

Anggapan itu muncul sebagai respons pernyataan Ganjar dalam acara talkshow Mata Najwa On The Stage di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta belum lama ini.

Ganjar menyarankan agar lulusan terbaik di kampus sebaiknya bekerja sebagai dosen.

“Sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa jadi MC?” celetuk Ganjar.

“Siapa Mas MC? Saya Jurnalis, bukan MC!” jawab Najwa.

“Bukan..bukan..jurnalis lah kalau begitu..” timpal Ganjar. Pernyataan itu, viral di media sosial

Sebagian pihak telah merendahkan profesi jurnalis. Padahal, Najwa Shihab yang memandu acara tersebut merasa tak tersinggung.

Ia justru menilai, maksud pernyataan Ganjar itu agar orang terbaik dapat kembali ke institusi pendidikan untuk mendidik.

“Jadi bukan soal tersinggung, biasa saja, agar tidak ke mana-mana. Pernyataan Ganjar Pranowo maksudnya rasanya tentang pentingnya institusi pendidikan mendapatkan orang-orang terbaik,” kata Nakwa dalam keterangannya, Kamis (21/9/2023).

Wanita yang akrab disapa dengan Nana itu merasa wajar, bila dialognya dengan Ganjar ditanggapi beragam oleh sebagian pihak. Apalagi, kata Najwa, acara tersebut ditonton oleh ribuan mahasiswa bahkan masyarakat.

“Saya tentu perlu merespons saat itu karena tugas jurnalis, kan, menjernihkan apa yang mungkin masih abu-abu. Makanya saya katakan bahwa profesi jurnalis itu membanggakan,” tandasnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.