HomeTrendingGibran Tak Peduli Gugatan PSI Soal Batas Usia Capres-Cawapres Ditolak MK 'Wes...

Gibran Tak Peduli Gugatan PSI Soal Batas Usia Capres-Cawapres Ditolak MK ‘Wes Clear ya’

Published on

spot_img

 133 total views

SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka buka suara menanggapi Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) soal batas usia Capres Cawapres 35 tahun.

Seperti diketahui Gibran sendiri digadang-gadang bakal mendampingi Bacapres Koalisi Indonesia Maju yakni Prabowo Subianto sebagai cawapres di Pilpres 2024.

Bahkan baliho keduanya sempat beredar di beberapa tempat. Duet Prabowo-Gibran juga didukung sejumlah elit parpol pendukung Prabowo. Namun duet tersebut sulit terjadi karena usia putra sulung Presiden Joko Widodo itu belum 40 tahun.

Apalagi MK telah menolak gugatan batas usia Capres Cawapres dari sejumlah pihak termasuk PSI yang dinilai publik dapat memberi karpet merah untuk Gibran Cawapres.

Kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin, 16 Oktober 2023 Gibran mengaku tidak mengetahui hasil putusan MK terhadap gugatan dari PSI.

Walupun demikian, kata Gibran dia menghormati putusan MK.

“Saya belum tahu putusannya, saya tidak mengikuti, dari tadi rapat di kantor. Ya, ndak apa-apa, kalau keputusan MK, ya tanya MK saja,” kata Gibran.

Politisi PDIP itu lantas meminta pada awak media untuk tidak bertanya terus soal gugatan hasil MK.

“Wes clear ya, jangan bahas MK terus, MK putusannya ya di MK. Tanya orang MK, tanya penggugat, atau tanya ke pakar hukum,” tegas Gibran.

Ditegaskannya lagi, dia tidak peduli dengan hasil gugatan di MK. Ia tidak tahu jika batas usia 35 cawapres ditolak.

“Aku ora gagas (saya tidak peduli) ditolak, apa diterima. Saya baru mengerti kalau ditolak,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.