HomeOpiniHindari Adu Gagasan, Gibran Calon Pemimpin Oportunis atau Boneka?

Hindari Adu Gagasan, Gibran Calon Pemimpin Oportunis atau Boneka?

Published on

spot_img

 301 total views

OPINI – Tidak hadirnya cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di forum diskusi publik yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah menimbulkan banyak tanda tanya.

Ternyata dari beberapa undangan diskusi publik, Gibran memang tidak hadir juga. Menariknya hampir semua undangan diskusi publik yang diselenggarakan oleh para cendekiawan/kampus Gibran tidak mau menghadiri.

Aneh bin ajaib! Pemimpin muda yang digadang-gadang sebagai perubahan justru menghindar paling banyak dari calon yang lain.

Banyak pihak menggangap celah Mahkamah Konstitusi menjadi beban tersendiri untuk Gibran menyampaikan gagasannya.

Sungguh disayangkan, pasalnya sebagai seorang calon pemimpin muda lulusan luar negeri pula harusnya menyampaikan gagasan bukan hal yang sulit tentunya.

Tapi entah mengapa dan siapa konsultan politiknya, Gibran sejak dikenalkan di publik gaya komunikasinya tidak banyak berubah.

Wajar jika masyarakat menilai bahwa sebenarnya Gibran adalah model pemimpin yang oportunis. Bagi seorang oportunis tujuan utama adalah perolehan suara sebanyak-banyaknya.

Pemimpin oportunis apalagi calon pemimpin muda sangatlah berbahaya. Para pemimpin oportunis inilah yang dapat membawa kehancuran bagi sebuah bangsa.

Terbelahnya kembali masyarakat saat ini adalah bukti bahayanya oportunisme dalam politik. Oportunisme dalam politik membuat banyak orang bingung.

Jangan kaget jika nanti oportunisme politik membangkitkan kembali Orde Baru, bahkan memecah belah hingga menghancurkan Indonesia.

Jika kecurigaan sebagai calon Pemimpin oportunis yang haus kekuasaan tidal tepat, maka kucingan-kucingan Gibran dengan diskuai publik menunjukan Gibran hanyalah boneka sebuah rezim oportunis.

Bagi anak-anak muda harusnya meragukan sikap Gibran karena sangat jauh dari Pemimpin dengan jiwa muda yang idealis.

Artikel Terbaru

Beras Mahal, Nasi Pecel hingga Rocket Chicken Naik Harga 

SOLO - Melihat laman Badan Pangan Nasional, harga rata-rata nasional beras per Rabu, 21 Februari 2024 Rp 16.230 /Kg, harga Tertinggi Rp 24.920 /Kg untuk wilayah Papua Tengah.

Yayasan Barong Salurkan Bantuan Hunian Layak untuk Warga Miskin di Sorong 

SORONG - Yayasan Barong (Barisan Gotong Royong) Indonesia Baru terus menggencarkan project Membangun Nusantara Baru (MNB) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Harga Beras Capai Rp25.000/Kg, Tiap Jam Bisa Berubah, Pedagang di Solo Curiga Akibat Bansos

SOLO - Harga beras masih terpantau mahal di pasaran hingga hari ini, Selasa, 20 Februari 2024.

Harga Beras Tambah Mahal, Akibat Bansos untuk Kampanye?

INN NEWS - Beberapa hari setelah Pemilu 2024, harga beras dan sejumlah bahan pangan lainnya mengalami pelonjakan.

artikel yang mirip

Beras Mahal, Nasi Pecel hingga Rocket Chicken Naik Harga 

SOLO - Melihat laman Badan Pangan Nasional, harga rata-rata nasional beras per Rabu, 21 Februari 2024 Rp 16.230 /Kg, harga Tertinggi Rp 24.920 /Kg untuk wilayah Papua Tengah.

Yayasan Barong Salurkan Bantuan Hunian Layak untuk Warga Miskin di Sorong 

SORONG - Yayasan Barong (Barisan Gotong Royong) Indonesia Baru terus menggencarkan project Membangun Nusantara Baru (MNB) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Harga Beras Capai Rp25.000/Kg, Tiap Jam Bisa Berubah, Pedagang di Solo Curiga Akibat Bansos

SOLO - Harga beras masih terpantau mahal di pasaran hingga hari ini, Selasa, 20 Februari 2024.