HomeOpiniHindari Adu Gagasan, Gibran Calon Pemimpin Oportunis atau Boneka?

Hindari Adu Gagasan, Gibran Calon Pemimpin Oportunis atau Boneka?

Published on

spot_img

 1,295 total views

OPINI – Tidak hadirnya cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di forum diskusi publik yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah menimbulkan banyak tanda tanya.

Ternyata dari beberapa undangan diskusi publik, Gibran memang tidak hadir juga. Menariknya hampir semua undangan diskusi publik yang diselenggarakan oleh para cendekiawan/kampus Gibran tidak mau menghadiri.

Aneh bin ajaib! Pemimpin muda yang digadang-gadang sebagai perubahan justru menghindar paling banyak dari calon yang lain.

Banyak pihak menggangap celah Mahkamah Konstitusi menjadi beban tersendiri untuk Gibran menyampaikan gagasannya.

Sungguh disayangkan, pasalnya sebagai seorang calon pemimpin muda lulusan luar negeri pula harusnya menyampaikan gagasan bukan hal yang sulit tentunya.

Tapi entah mengapa dan siapa konsultan politiknya, Gibran sejak dikenalkan di publik gaya komunikasinya tidak banyak berubah.

Wajar jika masyarakat menilai bahwa sebenarnya Gibran adalah model pemimpin yang oportunis. Bagi seorang oportunis tujuan utama adalah perolehan suara sebanyak-banyaknya.

Pemimpin oportunis apalagi calon pemimpin muda sangatlah berbahaya. Para pemimpin oportunis inilah yang dapat membawa kehancuran bagi sebuah bangsa.

Terbelahnya kembali masyarakat saat ini adalah bukti bahayanya oportunisme dalam politik. Oportunisme dalam politik membuat banyak orang bingung.

Jangan kaget jika nanti oportunisme politik membangkitkan kembali Orde Baru, bahkan memecah belah hingga menghancurkan Indonesia.

Jika kecurigaan sebagai calon Pemimpin oportunis yang haus kekuasaan tidal tepat, maka kucingan-kucingan Gibran dengan diskuai publik menunjukan Gibran hanyalah boneka sebuah rezim oportunis.

Bagi anak-anak muda harusnya meragukan sikap Gibran karena sangat jauh dari Pemimpin dengan jiwa muda yang idealis.

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...