HomeHeadlineOrang Asli Papua Teriaki Pemerintah: Hanya Merampas Sedangkan Rakyat Kelaparan

Orang Asli Papua Teriaki Pemerintah: Hanya Merampas Sedangkan Rakyat Kelaparan

Published on

spot_img

 308 total views

JAKARTA – Puluhan Aktivis Papua melakukan aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pada Jumat, 1 Desember 2023 untuk memprotes sejumlah kebijakan tidak adil pemerintah kepada masyarakat Papua.

Dalam aksinya, massa yang mengatasnamakan Orang Asli Papua (OAP) itu mengkritik sejumlah kebijakan termasuk krisis kelaparan yang terjadi di Papua belum lama ini.

Mereka mengkritik kebijakan pemerintah terhadap rakyat di Indonesia Timur yang memilki  kekayaan alam yang cukup banyak, tetapi tidak diperhatikan dengan baik.

Koordinator Aksi Peringatan Hari 1 Desember, Pilamo dalam orasi di Patung Kuda menyebut setelah 62 tahun Papua bersama NKRI, masih terdapat kekerasan hingga kemiskinan di wilayah itu.

“Selama 62 tahun ini kami sampaikan secara jujur dan terbuka bahwa kami tidak pernah bahagia. Kami selalu dihadapkan dengan pembungkaman, perampasan dan pembunuhan,” kata Pilano.

Menurutnya, pemerintah Indonesia hanya membutuhkan hasil eksploitasi sumber daya alam Papua, tetapi tidak menyejahterakannya.

“Kondisi Papua ini enggak masuk akal. Enggak logis. Masa yang punya tanah dengan SDA [Sumber Daya Alam] yang besar, punya pertambangan terbesar, masa rakyatnya lapar. Ini kan merupakan suatu sistem yang dibuat,” ucap dia.

“Kita tahu bahwa provinsi termiskin adalah Papua. Padalah yang paling banyak kontribusi terbesar adalah Papua. Pemerintah Indonesia tidak mendahulukan kesejahteraan Papua, tapi Indonesia mementingkan eksploitasi SDA,” imbuhnya.

Pilamo mengatakan massa aksi menuntut agar warga Papua bisa menentukan nasib sendiri. Sebab, menurut mereka, keputusan Papua bergabung dengan Indonesia saat itu dipaksakan.

 

Artikel Terbaru

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Akibat Kecurangan, Sudah Tahu?

INN NEWS – Proses sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saat ini telah mendekati hari pemutusan yang dijadwalkan pada Senin, 22 April 2024.

Tragis, Ibu Muda Gantung Diri Depan Anak, Stres Ditinggal Suami Usai Diduga Selingkuh

AMBON - Kabar duka datang dari ibu muda Tasya Imanuela Frimansya Siahaya (23) yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di depan mata anaknya sendiri pada Selasa(16/4/2024) malam.

Arab Saudi Diam-diam Bantu Israel Tangkis Serangan Iran

INN Internasional - Jerusalem Post, Selasa, 16 April 2024 memberitakan bahwa Kerajaan Arab Saudi membantu Israel untuk menangkis serangan Iran belum lama ini.

artikel yang mirip

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Akibat Kecurangan, Sudah Tahu?

INN NEWS – Proses sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saat ini telah mendekati hari pemutusan yang dijadwalkan pada Senin, 22 April 2024.

Tragis, Ibu Muda Gantung Diri Depan Anak, Stres Ditinggal Suami Usai Diduga Selingkuh

AMBON - Kabar duka datang dari ibu muda Tasya Imanuela Frimansya Siahaya (23) yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di depan mata anaknya sendiri pada Selasa(16/4/2024) malam.