HomeHeadlineGenZ RI di Taiwan Ingin Presiden 2024 Punya Rekam Jejak Bersih dan...

GenZ RI di Taiwan Ingin Presiden 2024 Punya Rekam Jejak Bersih dan Peduli Pendidikan 

Published on

spot_img

 288 total views

TAIWAN – Sejumlah generasi zoomer atau dikenal dengan Gen Z asal Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan tinggi di Taiwan mengungkapkan tipe pemimpin yang menurut mereka layak memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berasal dari Surabaya, Kudus, Malang, juga Pekanbaru.

Diwawancarai INN Indonesia, Rabu, 6 Desember malam di Kota Changhua Taiwan waktu setempat, rata-rata para Gen Z menginginkan presiden 2024 punya rekam jejak yang bersih, jujur, tidak korupsi, dan peduli pendidikan.

“Pemimpin masa depan itu harus jujur, tidak korupsi, dan mendengarkan suara rakyat kecil,” terang Idea, mahasiswi asal Kudus.

Idea juga mengatakan bahwa presiden ke depan jangan hanya mementingkan kelompok atau golongan tertentu.

“Gak korupsi, gak omong doang, dan dapat dipercaya,” tambah Nely, mahasiswi asal Pekanbaru.

Menurut Gilbert, salah satu mahasiswa asal Surabaya, pemimpin itu jangan terlalu banyak janji, lalu nanti diingkar.

Selain itu dia juga menyinggung soal rekam jejak calon pemimpin. Karena dengan perkembangan teknologi, rakyat sudah bisa melihat mana calon pemimpin yang memiliki rekam jejak bersih.

Gilbert mengatakan, mereka juga menunggu momen debat capres-cawapres untuk melihat kualitas calon pemimpin bangsa.

“Head to head dalam debat. Karena di situ bisa lihat mana yang terintimidasi, mana yang menguasai gagasan, dan mana yang gak,” kata Gilbert.

Selain itu, menurut Alan, presiden ke depan harus bisa membuat Indonesia maju, aman, terutama juga untuk memajukan pendidikan Indonesia.

“Bisa membawa Indonesia menjadi negara maju sih, negara yang aman, dan terpenting bisa memajukan pendidikan di Indonesia,” cetus mahasiswa asal Surabaya itu.

Laporan Sukma Ningrum (Taiwan)

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.