HomeGaya HidupAtikoh Tanam Sikap Anti Korupsi Saat Jadi Istri Gubernur, Tak Campuri Urusan...

Atikoh Tanam Sikap Anti Korupsi Saat Jadi Istri Gubernur, Tak Campuri Urusan Suami

Published on

spot_img

 255 total views

INN NEWS – Korupsi telah menjadi masalah serius di Indonesia. Hal ini tercermin dari banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik.

Namun, ada juga pejabat publik yang berkomitmen untuk memerangi korupsi, salah satunya adalah Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah ke-15 Ganjar Pranowo yang baru saja purna tugas.

Dalam acara Sarasehan Ibu Bersama Rakyat: Memperingati Hari Antikorupsi, di Pullman Hotel, Jakarta baru-baru ini, Siti Atikoh mengungkapkan tipsnya dalam menerapkan budaya anti korupsi.

“Saya memulainya dari hal sederhana,” kata Siti Atikoh.

“Saat berkunjung ke pameran UMKM, saya tidak menerima pemberian hadiah. Kalau saya ingin membeli produk UMKM, saya akan membelinya. Saya tidak mau menerimanya secara gratis,” ucapnya lagi.

Istri dari capres nomor urut tiga itu juga mengaku tidak pernah mau ditraktir oleh orang lain.

“Saat bepergian, saya tidak mau ditraktir, apalagi kalau pergi sama anak buah. Masa bosnya yang ditraktir? Harusnya bos yang traktir,” ujarnya.

Selain itu, Siti Atikoh juga sering mendapat godaan untuk terlibat dalam korupsi, seperti lelang jabatan atau pengambilan keputusan untuk kepentingan suatu pihak. Namun, dia selalu menolaknya.

“Ada beberapa yang mencoba mendekati saya untuk bisa mempengaruhi kebijakan, mempengaruhi pengambilan keputusan dari Mas Ganjar atau dinas SKPD yang terkait,” kata Siti Atikoh.

“Tapi saya selalu menolaknya. Saya tidak mau terlibat dalam korupsi,” tambahnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.