HomeGaya HidupHoaks Gielbran di-DO Usai Kritik Jokowi Alumni Paling Memalukan, UGM: Itu Hak...

Hoaks Gielbran di-DO Usai Kritik Jokowi Alumni Paling Memalukan, UGM: Itu Hak Seseorang 

Published on

spot_img

 308 total views

INN NEWS – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta buka suara terkait beredarnya informasi bahwa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Gielbran Muhammad Noor dikeluarkan atau di-Do dari kampus usai mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Diketahui Gielbran bersama BEM UGM menggelar aksi dan memberikan gelar kepada Jokowi sebagai alumnus UGM yang paling memalukan di kawasan UGM pada Jumat, 8 Desember 2023 lalu.

Gelar untuk Jokowi dari Gielbran dan pasukan BEMnya itu menuai pro kontra di masyarakat.

Sementara itu beberapa waktu ini muncul sebuah  narasi yang ditulis di TikTok menampilkan foto Rektor UGM Prof Ova Emilia dan Ketua BEM UGM Gielbran Muhammad Noor.

Di konten tersebut tertulis “Kami pimp universitas UGM mengeluarkan mahasiswa yang menghina Presiden Ir Jokowi Widodo. Alhamdulillah…! akhirnya mahasiswa yang paling cerdas dikeluarkan dari Kampus, prestasinya cuma dapat nasi kotak gratis.”

Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks atau disinformasi. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Minggu (17/12), diberitakan Antara.

Andi juga menegaskan bahwa kampus tidak memberikan peringatan pada Gielbran karena hal itu merupakan hak seseorang untuk menyampaikan aspirasi.

Kata Andi, UGM hanya mengingatkan mahasiswa untuk mengedepankan etika dan kesantunan saat melontarkan kritik.

Setelah poster bernarasi Jokowi alumnus UGM paling memalukan, muncul poster tandingan yang menyebut Jokowi alumnus UGM paling membanggakan. Baliho tersebut tiba-tiba terpasang tanpa diikuti aksi apapun.

Feri Agung Hermawan, mahasiswa UGM dari Fakultas Filsafat yang sempat hendak ikut aksi itu mengaku sudah menarik diri dan tak ikut kelompok massa pemasang baliho tandingan ini. Dia mengaku tak tahu-menahu lagi soal aksi tersebut.

“Untuk aksi di bunderan UGM saya tegaskan sekali lagi saya hanya salah satu bagian dari sekumpulan massa yang punya keresahan yang sama terhadap pernyataan saudara Gielbran,” ujarnya pada Jumat pekan lalu.

 Adapun Andi mengatakan hal itu merupakan dinamika kampus. “UGM tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. Penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan dengan cara yang mengedepankan kesantunan dan tidak mengganggu ketertiban,” Pungkasnya.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.