HomeTrendingBawaslu Akan Periksa Pj Gubernur Jateng Usai Nyambut Capres 

Bawaslu Akan Periksa Pj Gubernur Jateng Usai Nyambut Capres 

Published on

spot_img

 245 total views

SOlO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah akan melakukan penelusuran usai adanya foto Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana yang menyambut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto baru-baru ini.

Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Achmad Husain kepada wartawan, Jumat (22/12) mengatakan, penelusuran akan dilakukan bersamaan dengan Bawaslu Kota Semarang.

Dijelaskan Husain, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pelanggaran dalam peristiwa itu lantaran masih ada beberapa proses yang harus dilakukan.

“Adanya pelanggaran atau tidak bisa diketahui setelah dilakukan berbagai proses dalam penanganan kasus tersebut,” kata Husain.

Sebelumnya ramai di media sosial unggahan foto Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyambut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama tim kampanye Prabowo-Gibran di Kota Semarang.

Salah satu akun yang menggugah foto tersebut yakni akun X @Opposite6888. Dalam foto itu terlihat Nana mengenakan kacamata hitam sedang berdiri. Prabowo yang mengenakan topi memunggungi kamera.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 9 Desember 2023 lalu.

Nana sudah merespons soal unggahan itu. Ia mengatakan, peristiwa itu merupakan momen biasa antara pejabat daerah dengan pejabat pusat. Menurutnya, sebagai pejabat daerah sudah sewajarnya ia menjemput Prabowo yang juga Menteri Pertahanan (Menhan).

“Menjemput ya, menjemput dan menerima dengan baik, jadi seluruh menteri atau pemerintahan pusat, dalam hal ini apakah kementerian atau lembaga, kami ketika ada kesempatan untuk menjemput, kami lakukan penjemputan itu. Kami itu suatu keharusan bagi kita sebagai pejabat di daerah, tentunya memberi penjemputan itu lumrah, hal yang biasa itu,” ujar Nana usai acara Anugerah Keterbukaan Publik di Hotel Patra Semarang, Kamis (21/12/2023) malam.

Prabowo memang menghadiri HUT PSI di Stadion Jatidiri Semarang sebagai capres yang diusung PSI.

“Kemudian hal yang saya sampaikan: penjabat gubernur, penjabat wali kota, penjabat bupati ini adalah kepala daerah, ya memang kita harus netral, tapi dalam hal kedinasan itu hal yang wajar ketika kita menjemput pimpinan kita, menteri, apakah ketua MPR, ketua DPR, itu atasan kami, itu suatu hal yang wajar untuk kami jemput,” pungkas Nana.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana (Gambar: Humas Jateng)

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.