HomeTrendingSaling Menjatuhkan Dalam Debat Adalah Level Terendah Komunikasi, Kenapa?

Saling Menjatuhkan Dalam Debat Adalah Level Terendah Komunikasi, Kenapa?

Published on

spot_img

 328 total views

INN NEWS – Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka jadi pembicaraan publik bahkan trending di sejumlah platform media sosial, salah satunya Twitter usai debat perdana Cawapres baru-baru ini.

Salah satu momen yang jadi sorotan publik adalah ketika Gibran menanyakan cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar dengan istilah asing. Bahkan menggunakannya juga untuk cawapres lainnya.

Ahli atau Pakar Public Relations Muhammad Sufyan dalam keterangannya, Sabtu (23/12) menilai bahwa perangai Gibran dalam ajang debat Pilpres 2024 merupakan level terendah dalam berkomunikasi.

Sufyan mengatakan, sejak awal Gibran memiliki tendensi untuk menjatuhkan lawan bicaranya dalam debat semalam.

“Sebelum ke strategi (logos), saya masuk ke etika (ethos) dan kredibilitas (pathos), yang makro dulu. Gibran secara pathos bukan ahli ekonomi bisnis,” tegas Sufyan.

Diterangkannya, berdasarkan ethos sendiri, memiliki intensi atau niat untuk menjatuhkan lawan bicara merupakan level terendah dalam berkomunikasi.

Padahal, ajang debat tersebut merupakan sarana adu gagasan antar cawapres, bukan untuk saling menjatuhkan.

Sufyan turut menyinggung Gibran yang dinilainya meniru gaya Presiden Jokowi dengan menggunakan istilah atau diksi asing kepada lawan debatnya pada Pilpres 2014 dan 2019 silam.

“Ethos dan Logos tak dipakai dan ini melanjutkan sang Bapak. 2019 tiba-tiba muncul unicorn, itupun Jokowi bukan ahli digital. Benang merah keduanya bisa jadi mendapat bisikan jahat dari tim untuk mencari-cari kelemahan lawan debat dari awal,” tukasnya.

“Ini bukan cerdas cermat, bukan ajang hapalan. Publik ingin tahu gagasan besar. Bukan sekadar tebak-tebakan singkatan atau istilah,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.