HomeHeadlineGanjar dan Prabowo di Putaran Kedua, PDIP Tinggi di Jawa, Maluku-Papua, Gerindra...

Ganjar dan Prabowo di Putaran Kedua, PDIP Tinggi di Jawa, Maluku-Papua, Gerindra di Sumatera 

Published on

spot_img

 578 total views

INN NEWS – Pasangan Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan pasangan Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berpotensi masuk putaran kedua Pilpres 2024.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal FAPTI, Eko Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 28 Desember 2023

Pilpres 2 putaran tersebut merupakan hasil survei dari Forum Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia (FAPTI) bersama Alvara Research Center terkait Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2024.

“Hasil survei ini kami terima di awal Desember,” ungkap Eko.

Hasil survei menujukkan bahwa secara top of mind dan survei terbuka, awareness atas partai politik tertinggi adalah Golkar sebesar 92.9%, diikuti PDIP sebesar 92.6% dan Gerindra sebesar 89.9%.

“Suara PDI Perjuangan cukup tinggi di wilayah Jawa dan Maluku Papua, sedangkan Gerindra elektabilitas tertinggi di Sumatera, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan, dan Nasdem lebih tinggi di Sulawesi,”kata Eko.

Menurut Eko, dalam survei yang dilakukan organisasinya dan Alvara ini, dilakukan penebalan responden khusus di Jawa, dengan tambahan 4.000 orang responden,.

“Hasilnya memperlihatkan responden di Jawa Tengah akan memilih pasangan Ganjar – Mahfud MD (47%) diikuti Prabowo – Gibran (32.8%),” tuturnya.

Baca juga: Indikator: PDIP di Puncak, PSI Tak Lolos Parlemen 

Adapun responden di Jawa Timur akan memilih pasangan Prabowo – Gibran (45,8%) dan Ganjar – Mahfud (30.9%). Sedangkan di DKI Jakarta, kebanyakan responden memilih pasangan Anies – Muhaimin (34,1%) diikuti Ganjar – Mahfud (31.4%).

“Forum Alumni Perguruan Tinggi memandang penting untuk melakukan survei sendiri, guna memberikan gambaran kepada alumni perguruan tinggi terkait pilihan dan jenis isu yang dianggap penting oleh masyarakat,” tutup Eko.

Ketua FAPTI Andre Rahadian menambahkan, terkait pemilihan presiden, hasil survei memperlihatkan bahwa dari ketiga pasangan Capres – Cawapres, kebanyakan responden akan memilih pasangan Prabowo – Gibran (46%), Ganjar Pranowo – Mahfud MD sebesar ( 26.4 %) dan Anies Baswedan – Muhaimin sebesar (21.3%), dan yang tidak tahu (6.3 %). Margin of error dalam survei ini sebesar 2.8%.

“Pemilih Jokowi – Ma’ruf Amin di tahun 2019 cukup banyak yang memilih pasanganGanjar Pranowo – Mahfud MD, sedangkan pemilih Prabowo – Sandi akan tetap memilih Prabowo yang berpasangan dengan Gibran di tahun 2024,” ungkapnya.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.