HomeTrendingINNstory 2023: Hengkang Dari PDIP, Begini Karir Politik Mentereng Keluarga Jokowi di...

INNstory 2023: Hengkang Dari PDIP, Begini Karir Politik Mentereng Keluarga Jokowi di Partai Banteng 

Published on

spot_img

 450 total views

INN NEWS – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka akhirnya hengkang dari PDI Perjuangan (PDIP) partai yang juga membesarkan ayahnya, serta adik iparnya Bobby Nasution, Wali Kota Medan.

Mundurnya Gibran lantaran menjadi cawapres Prabowo Subianto. Padahal Partainya PDIP telah mengusung eks Gubernur Jawa Tengah 2 periode Ganjar Pranowo sebagai Capres.

Gibran pun diminta DPC Solo untuk mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.

Tak lama setelah deklarasi Prabowo-Gibran, Bobby ipar Gibran juga hengkang dari PDIP, dipecat lantaran berkomitmen mendukung Gibran yang jelas telah menjadi rival PDIP.

Masyarakat dari berbagai kalangan menyoroti hengkangnya Gibran hingga Bobby sebagian sebagai bentuk dari pengkhinatan kepada partai yang telah membesarkan mereka.

Namun sejumlah pihak justru menyoroti hal tersebut sebagai perlawanan keluarga Jokowi kepada PDIP yang kerap mengeluarkan statement yang dinilai merendahkan Jokowi.

Berikut kontribusi PDIP dalam memuluskan karir politik Jokowi, Gibran, dan Bobby.

Karir Politik Jokowi di PDIP

Pada Pilpres 2024 ini, hubungan Jokowi dengan PDIP terbilang kurang harmonis. Bahkan sejumlah pihak menyatakan Jokowi sudah tak sejalan dengan PDIP.

Majunya Gibran di Pilpres 2024 sebagai rival Ganjar disebut sebagai tanda retaknya hubungan Jokowi dengan PDIP.

Begini perjalanan Jokowi bersama PDIP:

Diketahui Jokowi yang berlatar belakang pengusaha itu diusung PDIP menjadi Wali Kota Solo dua periode. Periode pertamanya pada 2005-2010 berjalan lancar. Kesuksesannya memimpin Solo itu membuatnya terpilih lagi untuk periode kedua.

Namun, Jokowi tak menyelesaikan periode keduanya di Solo. Ia dicalonkan PDIP sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada 2012 dan keluar sebagai pemenang.

Setelah memimpin Jakarta selama dua tahun, Jokowi pun kembali dicalonkan oleh partainya untuk pilpres 2014. Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla keluar sebagai pemenang mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Jokowi kemudian terpilih sebagai presiden di periode kedua usai memenangi Pilpres 2019 dan memimpin hingga 2024 mendatang.

Perjalanan Politik Gibran Bersama PDIP

Gibran mengungkapkan keinginannya terjun ke politik ketika menjadi pembicara dalam Playfest 2019 di kawasan Gelora Bung Karno pada 25 Agustus 2019.

Namun, kala itu PDIP Solo menutup peluang Gibran menjadi calon wali kota. Pada 9 September 2019, mereka bahkan telah mendaftarkan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Pada 18 September, Gibran menemui Wali Kota Solo yang juga Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di Loji Gandrung untuk menanyakan mekanisme pencalonan Wali Kota Solo melalui PDIP.

Beberapa hari berselang, 23 September Gibran menjadi anggota PDIP Solo. Lalu pada 12 Desember dia mendaftar sebagai balon Wali Kota Solo melalui DPP PDIP. Pencalonan Gibran ditolak oleh DPC PDIP Solo karena mereka sudah lebih dulu mengusung Purnomo-Teguh.

Pada 9 Maret 2020, DPP PDIP menyatakan sudah memutuskan kandidat yang akan diusung menjadi calon Wali Kota Solo, tapi masih enggan menyebutkan nama. Pada 24 April, Purnomo menyatakan mundur dari bursa pencalonan dengan alasan ingin berfokus menangani wabah Covid-19.

Baca juga: INNstory 2023: Ajaib, 2 Hari Gabung PSI, Kaesang Langsung Jadi Ketum

Lalu pada 7 Juni, DPC PDIP Solo menolak permintaan Purnomo mundur dari pencalonan dan memintanya tetap menjadi rival Gibran sampai rekomendasi partai terbit.

PDIP mengumumkan Gibran sebagai kandidat yang akan diusung di Solo pada 17 Juli. PDIP juga mengumumkan Teguh Prakosa sebagai pendamping Gibran.

Semua partai yang memiliki kursi di DPRD Surakarta mendukung Gibran kecuali Partai Keadilan Sejahtera alias PKS.

Gibran kemudian berhadapan dengan Bagyo Wahyono seorang wiraswasta yang maju secara independen didampingi Suparjo Fransiskus Xaverius.

Pemilihan Umum Wali Kota Surakarta 2020 pun digelar pada 9 Desember 2020. Pasangan Gibran-Teguh menang dengan total suara 225.451 atau 86,5 persen. Sedangkan rivalnya, Bagyo-Suparjo mendapat 35.055 suara atau 13,5 persen. Gibran pun dilantik pada Jumat, 26 Februari 2021.

Perjalanan Politik Bobby Bersama PDIP

Bobby Nasution diusung DPP PDIP untuk maju di kancah Pilkada Medan 2020. Ia berpasangan dengan anggota DPRD Kota Medan dari Partai Gerindra, Aulia Rahman.

Dalam Pilkada Medan 2020 Bobby bertarung dengan pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi yang diusung oleh koalisi PKS dan Partai Demokrat. Sedangkan Bobby-Aulia, selain oleh PDIP dan Gerindra, juga diusung PAN, Golkar, NasDem, PSI, Hanura, dan PPP. Pasangan ini juga didukung oleh PKB, PBB, PKPI, Garuda, Perindo, Berkarya, dan Gelora.

Di Pilkada Medan 2020 Bobby bertarung dengan pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi yang diusung oleh koalisi PKS dan Partai Demokrat. Sedangkan Bobby-Aulia, selain oleh PDIP dan Gerindra, juga diusung PAN, Golkar, NasDem, PSI, Hanura, dan PPP. Pasangan ini juga didukung oleh PKB, PBB, PKPI, Garuda, Perindo, Berkarya, dan Gelora.

Pilkada Medan 202p digelar pada 9 Desember 2020. Perolehan suara kedua pasangan lumayan sengit dan tak terpaut jauh. Bobby menang dengan perolehan suara 393.327 atau 53 persen. Sedangkan Akhyar mendapatkan suara 342.580 atau 46,5 persen.

Seperti Gibran, Bobby juga dilantik secara serentak bersama 178 kepala daerah lainnya secara virtual, Jumat, 26 Februari 2021.

 

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.