HomeHeadlineBengis! 15 Oknun Prajurit TNI Aniaya 7 Relawan Ganjar di Boyolali, Tersangka...

Bengis! 15 Oknun Prajurit TNI Aniaya 7 Relawan Ganjar di Boyolali, Tersangka Segera Diumumkan 

Published on

spot_img

 319 total views

SOLO – Dandim 0724/Boyolali, Letkol inf Wiweko Wulang Widodo dalam konferensi pers di Makodim 0724/Boyolali, Minggu, 31 Desember 2023 mengungkapkan, sebanyak 15 orang anggota TNI Raider 408/Sbh diperiksa Denpom IV/4 Surakarta terkait kasus dugaan aniaya relawan Ganjar-Mahfud MD pada Sabtu (30/12).

“Terkonfirmasi 15 orang diperiksa Denpom IV/4 Surakarta (kasus dugaan penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud),” ungkap Wiweko.

Dandim 0724/Boyolali, Letkol inf Wiweko Wulang Widodo dalam konferensi pers di Makodim 0724/Boyolali, Minggu, 31 Desember 2023.

Ia mengatakan sampai saat ini hingga malam kemarin penyelidikan masih berlangsung. Namun belum ada yang ditetapkan tersangka.

“Berapa orang yang ditetapkan tersangka akan dikonfirmasikan langsung pada Denpom IV/4 Surakarta. Saat ini proses hukum masih berlanjut,” katanya.

Diungkapkannya lagi, untuk jumlah korban ada sebanyak tujuh orang. Dua orang dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali dan lima orang rawat jalan

“Jumlah korban tujuh orang, lima orang kembali ke rumah masing-masing status rawat jalan. Dua orang dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali,” terang Wiweko.

Diharapkannya, semua korban kondisinya cepat pulih sedia kala. Untuk biaya pengobatan ditanggung TNI Raider 408/Sbh.

“Semoga kondisinya korban semuanya makin baik, bisa sembuh sedia kala. Biaya pengobatan ditanggung satuan TNI Raider 408/Sbh,” pungkasnya.

Baca juga: Dianiaya Pendukung Capres Nomor 2 di Yogya, Muhandi Meninggal Usai Koma 4 Hari

Wiweko sebelumnya juga telah menuturkan penyebab relawan Ganjar dianiaya.

Ceritanya, anggota TNI Raider 408/Sbh sedang bermain voli pada Sabtu (30/12). Kemudian mereka merasa terganggu konvoi knalpot brong berulang-ulang hingga pemukulan pun terjadi.

“Ada sebab ada akibat, jadi unsur lalu lintas kegiatan konvoi knalpot brong itu sangat mengganggu masyarakat dan mengganggu, khususnya prajurit di Batalyon Raider 408/Sbh,” ujar Wiweko dalam konferensi pers di Makodim 0724/Boyolali, Minggu (31/12).

“Sehingga tindakannya berlanjut pada tindakan kekerasan,” imbuhnya.

15 prajurit masih diproses hukum Denpom IV/4 Surakarta. Wiweko menyebut aksi dugaan pemukulan itu spontanitas.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.