HomeHeadlineTop 2: Jokowi Kaget Jumlah Lulusan S2 S3 Indonesia Rendah, Ganjar Usung...

Top 2: Jokowi Kaget Jumlah Lulusan S2 S3 Indonesia Rendah, Ganjar Usung Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana 

Published on

spot_img

 1,028 total views

INN NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget dengan data rasio jumlah lulusan S2 dan S3 Indonesia terhadap penduduk produktif. Bagaimana tidak untuk jumlah lulusan tersebut, Indonesia masih kalah dari Malaysia dan Vietnam.

Hal tersebut disampaikan Jokowi pada pembukaan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin, 15 Januari 2024.

Rasio lulusan S2 dan S3 terhadap penduduk produktif di Malaysia dan Vietnam disebut Jokowi mencapai lima kali lipat dari Indonesia.

“Saya kaget Indonesia di angka 0,45 persen. Negara tetangga kita, Vietnam dan Malaysia, sudah di angka 2,43 persen. Negara maju 9,8 persen. Jauh sekali,” kata Jokowi

Jokowi mengatakan hal ini seharusnya tidak terjadi. Menurutnya, Indonesia butuh sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi kompetisi global di beberapa tahun ke depan.

Dia akan mengumpulkan para menteri khusus membahas hal ini. Menurut Jokowi, pemerintah harus menggelontorkan anggaran untuk mengintervensi fenomena ini.

“Saya minggu ini akan rapatkan ini dan mengambil kebijakan, policy, untuk mengejar angka yang masih 0,45 persenm Enggak tahu anggarannya didapatkan dari mana, tetapi kita carikan agar betul-betul bisa naik secara drastis,” ujarnya.

Sementara itu Capres nomor 3 Ganjar Pranowo meluncurkan program 1 keluarga miskin 1 sarjana di Sukoharjo, Jawa Tengah belum lama ini.

Program tersebut merupakan solusi dari pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi di Indonesia.

“Saya launching program 1 keluarga miskin 1 sarjana semoga menjadi gerakan besar,” kata Ganjar saat peluncuran.

Setiap pemerintahan kata Ganjar hadir dengan berbagai program, namun kemiskinan belum teratasi dengan penuh.

“Maka ada praktik baik yang pernah saya lakukan ketika 10 tahun jadi Gubernur. Saya coba datang saya coba riset kenapa kita harus menggapai masa depan dengan berinvestasi yang besar melalui pendidikan,” jelasnya.

Diceritai Ganjar, dirinya bukan berasal dari keluarga kaya. Sepanjang hidup, Ganjar menyaksikan orang tuanya bersusah payah mencari uang demi pendidikan anak. Mulai dari berjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga terlilit utang dengan rentenir.

“Ketika amanah itu diberikan menjadi semangat saya untuk melawan kemiskinan itu,” tegasnya.

Diketahui, saat menjadi Gubernur, Ganjar telah memulai program vokasi. Program ini dirancang melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dipersiapkan agar anak bisa cepat bekerja. Ganjar melihat program ini berjalan lancar, memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Jawa Tengah.

“Terasa betul ciri-ciri kemiskinan melekat mulai hilang karena fasilitas kehidupan jauh lebih baik,” paparnya.

Ganjar merasa semua daerah harus menjalankan program tersebut yang dikomandoi oleh pemerintah pusat. Pendataan akan dilakukan dengan rinci, penyusunan sistem canggih dan pelaksanaan dengan benar dan transparan.

“Negara bisa hadir membantu keluarga itu agar ada anaknya 1 sarjana dalam keluarga miskin untuk mengubah nasibnya,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.