HomeGaya HidupMaruarar Keluar dari PDIP, Perannya di IKN Bareng Bahlil Diungkit

Maruarar Keluar dari PDIP, Perannya di IKN Bareng Bahlil Diungkit

Published on

spot_img

 390 total views

INN NEWS – Pengusaha Maruarar Sirait resmi memutuskan keluar dari PDI Perjuangan (PDIP) dengan alasan ingin mengikuti langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun entah apa maksud Maruarar dengan langkah Jokowi yang diikutinya.

Hal ini ia sampaikan usai mengunjungi Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin, 15 Januari 2024. malam.

“Saya memilih mengikuti langkah Pak Jokowi,” katanya.

Sementara itu, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) blak-blakan soal peran Maruarar dalam pembangunan IKN.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/1) menerangkan, pihaknya belum bisa merinci lebih detil terkait perannya itu.

Namun Maruarar jelas Agung tidak ada dalam dokumen kerja sama para investor dalam negeri.

“Saat ini saya belum bisa mengatakan karena kalau dari dokumen-dokumen yang ada dari investor, bukan nama beliau yang jadi pihak menandatangani atau kerja sama,” kata Agung.

Maruarar sempat ikut hadir bersama Menteri Investasi/Kepala BPKP Bahlil Lahadalia membahas pembentukan perusahaan konsorsium. “Yang kami tahu baru sejauh itu. Beliau sudah pernah ke IKN sama delegasi investor waktu itu,” imbuhnya.

Sosok Maruarar juga sempat jadi perhatian lantaran baru-baru ini mengunggah sebuah foto di Instagramnya pada awal Desember 2023 lalu bersama Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Widjaja, dan Boy Thohir.

Ara mengklaim sebagian besar obrolan mereka terkait proyek IKN, khususnya Hotel Nusantara. Ia mengaku pembangunan hotel bintang lima itu merupakan proyek bersama mereka.

“Ya kan kita sama-sama investasi ya, Pak Prajogo, Pak Frangky, Pak Aguan, Pak Boy, saya juga dan beberapa pengusaha lainnya kan sama-sama investasi. Kita kan dua kali ke sana (IKN) tuh, Agustus ke sana terus September yang sama Presiden, groundbreaking itu kan. Nah sekarang kan sudah sampai lantai lima tuh pembangunannya,” ungkapnya, mengutip CNNI.

“Jadi gerakannya cepat dari delapan lantai kan rencananya, itu hotel bintang lima namanya Nusantara. Jadi dari delapan lantai sekarang sudah lantai lima, jadi cepat kita kerjanya. Karena kita target tahun depan (2024) tuh kalau bisa Agustus sudah bisa dipakai begitu, kurang lebih 8 bulan lagi, kan kita sama-sama investasi ya,” tambahnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.