HomeGaya HidupMembangun Narasi Pemilu Inklusif dan Aksi Kolektif, Isu Minoritas Bukan untuk Kepentingan...

Membangun Narasi Pemilu Inklusif dan Aksi Kolektif, Isu Minoritas Bukan untuk Kepentingan Politik 

Published on

spot_img

 423 total views

SOLO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Solo, Jawa Tengah telah menggelar Workshop “Membangun Narasi Pemilu Inklusif dan Aksi Kolektif” selama dua hari pada Kamis-Jumat (18-19/1/2024) di Megaland Hotel Solo.

Workshop kali ini ditujukan untuk mendukung kerja jurnalis di daerah dan menjalin komunikasi yang lebih baik antara jurnalis, media, kelompok marginal, dan LSM yang memberikan dukungan kepada kelompok marginal.

Dalam pertemuan ini, semua pihak diajak untuk bersama-sama meminimalisir isu minoritas yang dimanfaatkan oleh partai-partai yang memiliki kontestasi politik untuk kepentingan mereka.

Baca juga: 

Klaim Menang Pilpres 1 Putaran, Syaratnya Tak Semudah Omon-omon

Ketahui 5 Warna Surat Suara Pemilu 2024, Ayo Coblos, Jangan Golput 

Seperti diketahui, sejak Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 dan Pilpres tahun 2019, penggunaan isu politik identitas mulai sering digunakan dalam rangka mencari dukungan perolehan suara.

Banyak misinformasi dan ujaran kebencian terkait Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) yang ditujukan kepada salah satu pasangan calon atau calon perseorangan, dengan harapan lawan politik kehilangan dukungan masyarakat.

Belajar dari pengalaman pemilu serentak tahun 2019, tidak menutup kemungkinan permasalahan tersebut akan kembali muncul pada pemilu tahun 2024 ini.

Peristiwa masa lalu berpeluang besar untuk terus digaungkan oleh kelompok radikal demi kepentingan pribadi.

Begitu pula dengan kelompok yang pada dasarnya menginginkan perpecahan antara mayoritas dan minoritas di Indonesia.

Ada 20 peserta yang hadir dalam Workshop, terdiri dari jurnalis, kelompok marginal, dan LSM yang memberikan dukungan kepada kelompok marginal.

 

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.