HomeTrendingRI Disarankan Tak Bergantung ke Nikel untuk Pengembangan Kendaraan Listrik 

RI Disarankan Tak Bergantung ke Nikel untuk Pengembangan Kendaraan Listrik 

Published on

spot_img

 269 total views

INN NEWS – Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli mengungkapkan,  saat ini tidak banyak pengembang mobil listrik yang menggunakan komponen nikel atau Nickel-Mangan-Cobalt (NMC) sebagai bahan pembuatan baterai EV.

Meskipun Indonesia tercacat sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Rizal menyarankan agar tidak hanya bergantung kepada nikel dalam pengembangan baterai kendaraan listrik agar dapat bersaing secara global.

Rizal menyebutkan penggunaan Lithium-Ferro-Phosphate (LFP) khususnya pada EV dinilai lebih murah bila dibandingkan dengan penggunaan NMC yang diperkirakan akan mengalami penurunan suplai dan melonjaknya harga.

Baca juga:

Bersiap, Pemerintah Mau Naikan Pajak Sepeda Motor Berbahan Bensin

Maruarar Keluar dari PDIP, Perannya di IKN Bareng Bahlil Diungkit

“Tesla menggunakan LFP dan NCM untuk kendaraan listrik. Penggunaan LFP karena lebih murah dan tidak tergantung nikel dan cobalt yang diperkirakan ke depan akan short supply dan mahal,” beber Rizal mengutip CNBC, Selasa (23/1).

Dengan begitu, dia mengatakan pengembangan komponen selain NCM terus dilakukan oleh pengembang EV.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.