HomeGaya HidupSultan HB X: Pemimpin Harusnya Tak Merasa Berkuasa!

Sultan HB X: Pemimpin Harusnya Tak Merasa Berkuasa!

Published on

spot_img

 395 total views

YOGYAKARTA – Setelah ditemui ketiga Paslon Capres Cawapres Pilpres 2024, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X membeberkan pesan-pesan yang disampaikannya untuk para Paslon tersebut.

Sultan berpesan kepada para Paslon itu untuk menjaga persatuan Indonesia yang dibangun dari fondasi kebhinekaan.

“Tadi (dengan Anies) dialog seperti soal kebhinekaan Indonesia dan lainnya,” kata Sultan kepada wartawan usai berdialog dengan Capres nomor 3 Anies Baswedan di Komplek Kepatihan Pemda DIY, Rabu 24 Januari 2024.

Soal kebhinekaan, Sultan menekankan ke persoalan bagaimana pemimpin bisa mengayomi semuanya ketika memimpin.

“Seorang pemimpin harus bisa mengibarkan semua bendera, biarpun dia berasal dari satu bendera,” kata Sultan.

Dia menambahkan, pemimpin seharusnya juga tidak merasa berkuasa biarpun dia memiliki kekuasaan.

“Karena kekuasaan diabdikan untuk rakyat semua, tanpa membedakan, sekecil apa pun bendera itu meski berbeda harus diangkat,”

Lanjut Sultan, seorang pemimpin dalam sebuah negara yang menganut asas demokrasi seperti Indonesia, harus bisa menjangkau suara suara rakyat dimanapun berada.

Maka mereka yang berbeda alias tidak memilih saat pemilihan umum harus ikut didengar aspirasi dan dipenuhi hak-haknya.

“Pemilih (berbeda bendera) itu bagian dari rakyat Indonesia, jangan lantas dipinggirkan, harus didengar biarpun sekecil apapun bendera itu biarkan tetap berkibar,” pungkas sultan.

Baca juga: 

PGI: Gereja Condong ke Capres yang Kedepankan Etika

Tom Lembong Sebut Jokowi Berubah Arah di Periode Kedua

 

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.