HomeHeadlineKPU: 2.325 TPS Salah Input Hasil Penghitungan Suara

KPU: 2.325 TPS Salah Input Hasil Penghitungan Suara

Published on

spot_img

 301 total views

INN NEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan ada 2.325 tempat pemungutan suara atau TPS yang salah memasukkan data hasil penghitungan suara yang terdeteksi melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Hasyim Asy’ari dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2024.

Hasyim mengaku telah meminta ribuan TPS itu untuk segera memperbaiki agar sesuai dengan data formulir C Hasil Plano.

“Yang jelas sudah kami pantau dan termonitor itu tadi ada di 2.325 TPS (tidak tepat). Itu sudah teridentifikasi by system dan sudah diminta melakukan koreksi terhadap konversi yang salah tersebut,” jelasnya.

Ketidaksesuaian hasil penghitungan suara di formulir C Hasil dengan di Sirekap terang Hasyim didapati bukan hanya untuk penghitungan pilpres, tapi juga pileg.

“Bahwa terdapat kesalahan atau ketidaktepatan konversi dari pembacaan formulir yang diunggah, itu sifatnya random, tidak hanya pilpres tapi juga ada pilegnya,” imbuhnya.

Ditegaskannya, KPU tak berniat untuk memanipulasi suara dan mengubah hasil perolehan suara.

Baca juga:

1.297 TPS di Papua Belum Nyoblos, Kebanyakan Konflik Sosial 

Apalagi kata Hasyim masyarakat luas juga bisa melihat secara terbuka. “Karena pada dasarnya form C hasil plano diunggah apa adanya seperti yang diunggah teman-teman KPPS,” pungkasnya.

Ketua RT di Mimika Coblos 76 Surat Suara, Dibantu Istri dan Ketua TPS

Quick Count Mendekati 100%, KPU: Rekapitulasi Paling Lambat 35 Hari

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.