HomeGaya HidupViral Lolos DPD Jalur Spontan, Komeng Akui Jual Rumah, Timsesnya Daus Mini

Viral Lolos DPD Jalur Spontan, Komeng Akui Jual Rumah, Timsesnya Daus Mini

Published on

spot_img

 261 total views

INN NEWS – Komedian senior Alfiansyah alias Komeng baru-baru ini mencuri perhatian publik usai suaranya melejit kencang di pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat.

Hasil perhitungan cepat sementara KPU menunjukkan calon DPD nomor urut 10 itu memiliki suara tertinggi di dapilnya.

Hal tersebut membuat publik tanah air kaget dan menyebut Komeng siap menuju Senayan jalur spontan. Sebab Komeng tidak seperti calon lain yang berkampanye mati-matian juga memasang baliho dimana-mana.

Netizen di media sosial juga banyak yang salfok dengan fotonya di surat suara. Banyak yang tidak mengenal Komeng, tapi karena foto yang lucu itu akhirnya membuat banyak orang memilihnya.

Komeng dengan gamblang mengakui kalau dirinya rela sampai menjual rumah untuk modal mendaftar menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah dalam kontestasi Pemilu 2024.

Video pengakuan Komeng tersebut sampai dibagikan oleh eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil lewat akun media sosialnya.

Pada video tersebut, Komeng menyebut kalau respon dari keluarga besarnya tidak marah lantaran menjual rumah demi modal sebagai calon DPD.

“Untuk menjadi dewan saya perlu modal yang besar. Rumah mau dijual. Emak nggak marah, bapak nggak marah, keluarga nggak marah. tetangga yang marah, orang rumah dia yang gua jual,” ujar Komeng dalam aksinya di panggung stand up comedy, dikutip Sabtu, 17 Februari 2024.

Tak hanya menjual rumah, Komeng juga mengaku membentuk timses (tim sukses) untuk mendukungnya sebagai calon DPD Dapil Jawa Barat sebanyak 102 anggota. 2 diantaranya adalah rekan sejawatnya yakni Adul dan Daus Mini.

“Duit udah dapet buat modal akhirnya saya membuat timses. Saya kumpulin orang-orang semua, warga saya kumpulin, ada (jumlahnya) 102. Yang dua tambahan, daus Mini sama Adul. Kita akan memulai kampanye, sebarkan foto saya,” ucap Komeng.

Lucunya, saat keluar rumah, ia kecewa karena orang-orang justru tidak mengenalinya sama sekali.

“Saat saya keluar rumah mau kampanye, orang-orang nggak kenal. Ini orang gimana sih foto saya sudah saya sebar kok nggak pada kenal. Saya lihat, ternyata foto 3 X 4 yang disebar!” tutur Komeng.

Rupanya, pernyataan Komeng tersebut hanya bahan bercandaan saja di atas panggung stand up comedy demi mengocok perut penonton.

 

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.