HomeHeadlineYayasan Barong Salurkan Bantuan Hunian Layak untuk Warga Miskin di Sorong 

Yayasan Barong Salurkan Bantuan Hunian Layak untuk Warga Miskin di Sorong 

Published on

spot_img

 462 total views

SORONG – Yayasan Barong (Barisan Gotong Royong) Indonesia Baru terus menggencarkan project Membangun Nusantara Baru (MNB) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Setelah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jambanisasi dan sanitasi di 3 kabupaten (Brebes, Cilacap, Kebumen), kini Yayasan Barong hadir membantu sejumlah masyarakat miskin ekstrem di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Sebanyak 20 keluarga yang tergolong miskin ekstrem di kampung Kokoda KM.8 Kota Sorong menerima bantuan RTLH dari Yayasan Barong dan telah diresmikan baru-baru ini.

Diketahui kampung Kokoda sendiri dihuni oleh suku Kokoda yang masih hidup di bawah kemiskinan ekstrem.

Kondisi hunian warga miskin di Kampung Kokoda KM 8, Sorong (Gambar: Istimewa)

Mereka sering menerima janji-janji manis dari pemerintah, tetapi tidak terwujud. Pada akhirnya mereka hidup dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Itulah alasan kita memilih Kokoda sebagai salah satu titik untuk bantuan RTLH,” kata sekretaris umum Yayasan Barong Mentari Rosesitha kepada INN, Selasa, 20 Februari 2024.

Lanjut Mentari, Yayasan Barong memang telah berkomitmen untuk menggandeng semua pihak, baik pemerintah hingga masyarakat untuk bergotong royong mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Baca juga:

Tuntaskan Anak Putus Sekolah, Yayasan Barong Indonesia Baru dan Pemprov Jateng Luncurkan Rumah Belajar Pancasila 

“Iya. Saat ini sudah ada 12 titik di Indonesia yang dikerjakan project MNB. Barong berkomitmen untuk bekerjasama menjadi bagian dari project ini dengan tujuan mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” papar Mentari.

Mentari berharap, project MNB bisa membawa manfaat bagi penerima bantuan dan bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang mau bergotong royong membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang layak.

Artikel Terbaru

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

artikel yang mirip

Kalau Tak Ada Reformasi, PDIP: Tidak Ada Tukang Kayu Jadi Presiden, Sekarang Songong

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Diskusi Kudatuli dalam rangka mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP yang dikuasai Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Ketum PDI hasil kongres Medan, Soerjadi, pada 27 Juli 1996.

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.