HomeHeadlineYayasan Barong Salurkan Bantuan Hunian Layak untuk Warga Miskin di Sorong 

Yayasan Barong Salurkan Bantuan Hunian Layak untuk Warga Miskin di Sorong 

Published on

spot_img

 710 total views

SORONG – Yayasan Barong (Barisan Gotong Royong) Indonesia Baru terus menggencarkan project Membangun Nusantara Baru (MNB) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Setelah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jambanisasi dan sanitasi di 3 kabupaten (Brebes, Cilacap, Kebumen), kini Yayasan Barong hadir membantu sejumlah masyarakat miskin ekstrem di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Sebanyak 20 keluarga yang tergolong miskin ekstrem di kampung Kokoda KM.8 Kota Sorong menerima bantuan RTLH dari Yayasan Barong dan telah diresmikan baru-baru ini.

Diketahui kampung Kokoda sendiri dihuni oleh suku Kokoda yang masih hidup di bawah kemiskinan ekstrem.

Kondisi hunian warga miskin di Kampung Kokoda KM 8, Sorong (Gambar: Istimewa)

Mereka sering menerima janji-janji manis dari pemerintah, tetapi tidak terwujud. Pada akhirnya mereka hidup dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Itulah alasan kita memilih Kokoda sebagai salah satu titik untuk bantuan RTLH,” kata sekretaris umum Yayasan Barong Mentari Rosesitha kepada INN, Selasa, 20 Februari 2024.

Lanjut Mentari, Yayasan Barong memang telah berkomitmen untuk menggandeng semua pihak, baik pemerintah hingga masyarakat untuk bergotong royong mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Baca juga:

Tuntaskan Anak Putus Sekolah, Yayasan Barong Indonesia Baru dan Pemprov Jateng Luncurkan Rumah Belajar Pancasila 

“Iya. Saat ini sudah ada 12 titik di Indonesia yang dikerjakan project MNB. Barong berkomitmen untuk bekerjasama menjadi bagian dari project ini dengan tujuan mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” papar Mentari.

Mentari berharap, project MNB bisa membawa manfaat bagi penerima bantuan dan bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang mau bergotong royong membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang layak.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.