HomeTrendingNyusul Beras, Harga Minyak Goreng Naik Akhir Pekan Ini

Nyusul Beras, Harga Minyak Goreng Naik Akhir Pekan Ini

Published on

spot_img

 305 total views

INN NEWS – Di tengah melonjaknya harga sejumlah bahan pokok seperti beras dan cabai merah yang tak kunjung turun, minyak goreng dikabarkan akan naik pada pekan keempat Februari 2024 ini.

Kenaikan harga minyak goreng pada akhir pekan ini disampaikan Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan YouTube Kemendagri, dilihat INN Selasa (27/2).

Tomsi menerangkan, minyak goreng menjadi satu dari tiga komoditas utama yang harganya melonjak.

Maka dari itu, Kemendagri meminta Kementerian Perdagangan memelototi dengan saksama apa biang kerok kenaikan harga minyak goreng di tanah air tersebut.

“Ini tiga komoditas yang naiknya cukup signifikan, beras, cabai merah, dan minyak goreng. (Harga) beras (naik) di 268 daerah kabupaten/kota, cabai merah di 241 daerah, dan minyak goreng di 220 daerah,” rinci Tomsi.

Defisit APBN 2024 Melebar dari 2,3% ke 2,8% Gegara Bansos dkk

“Sebagai tambahan Pak Direktur (Direktur Impor Kemendag Arif Sulistyo), berkaitan juga dengan minggu ini kenaikan harga minyak goreng, kami mohon perhatiannya. Kalau memang stoknya cukup, berarti ini kendalanya ada pada distribusi. Bisa dicek kembali pendistribusiannya sehingga diharapkan minggu depan bisa turun,” pesannya kepada Kemendag.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyebut minyak goreng memang terus menunjukkan tren kenaikan harga.

Bahan paparan BPS menunjukan harga rata-rata minyak goreng secara nasional pada pekan keempat Februari 2024 mencapai Rp17.710 per kg.

Ini naik dari pekan sebelumnya yang hanya Rp17.691 per kg.

Kenaikan harga minyak goreng itu mencapai 1,35 persen jika dibandingkan dengan harga sepanjang Januari 2024.

“Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga terus bertambah (dari 203 ke 220 daerah). Di minggu keempat Februari 2024 ini kita lihat secara spasial harga minyak goreng ini cenderung lebih homogen, di mana ada 22 persen wilayah Indonesia yang harganya masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga nasional,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.