HomeGaya HidupSaking Mahal, Irwan Jadikan Beras 50kg untuk Mahar Pernikahannya

Saking Mahal, Irwan Jadikan Beras 50kg untuk Mahar Pernikahannya

Published on

spot_img

 295 total views

INN NEWS – Di tengah harga beras yang melambung tinggi, Irwan Sokip (28) punya ide kreatif untuk mahar pernikahannya. Pria asal Ponorogo ini nekat memberi mahar 50 kg beras kepada sang pujaan hati, Ikrima Zakiyah (25).

Bukan tanpa alasan, Irwan memilih mahar beras. Ia ingin pernikahannya bermakna dan bermanfaat di tengah situasi ekonomi yang sulit. Beruntung, ide uniknya ini disambut baik oleh Ikrima dan keluarga.

Menanam Padi Demi Mahar Impian

Uniknya, Irwan tak asal membeli beras. Ia menanam padi sendiri jauh-jauh hari demi mendapatkan beras berkualitas untuk maharnya.

“Saat ini harga beras melonjak tinggi, jadi saya berinisiatif menggunakan mahar beras,” ungkap Irwan mengutip Dcom, Kamis (29/2).

 “Berasnya hasil panen sendiri lho!” imbuhnya bangga.

Mahar Beras, Simbol Cinta dan Kepedulian

Tak hanya 50 kg beras, Irwan juga memberikan mahar lain seperti sembako, uang, emas, dan seperangkat alat salat.

“Mahar beras ini simbol cinta dan kepedulian saya kepada istri di tengah situasi ekonomi yang sulit,” tuturnya penuh makna.

Baca juga: 

PGI Minta KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama Dipertimbangkan: di Kristen Urusan Privat 

Momen Bersejarah di KUA Sawoo

Pernikahan Irwan dan Ikrima menjadi momen bersejarah di KUA Sawoo. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya KUA tersebut menikahkan pasangan dengan mahar beras.

“Ini pernikahan pertama di KUA Sawoo dengan mahar beras,” ungkap Meky Hasan Tachrudin, Kepala KUA Sawoo. “Mahar beras ini menjadi catatan penting di tengah harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.”

Mahar Beras, Bukti Cinta Sejati Tak Terbatas Harta

Kisah cinta Irwan dan Ikrima menunjukkan bahwa cinta sejati tak selalu diukur dengan harta.

Mahar beras menjadi simbol kepedulian dan komitmen mereka untuk saling bahu-membahu dalam suka dan duka.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.