HomeHeadlineBencana Hidrometeorologi Bikin Semarang dan Sejumlah Daerah di Jateng Dikepung Banjir

Bencana Hidrometeorologi Bikin Semarang dan Sejumlah Daerah di Jateng Dikepung Banjir

Published on

spot_img

 159 total views

SEMARANG – Cuaca ekstrem yang mengakibatkan  bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir membuat banjir di sejumlah tempat di wilayah Jawa Tengah (Jateng), termasuk Kota Semarang.

Berdasarkan informasi dari sumber INN di sejumlah wilayah di Jateng hingga siang ini Kamis (14/3, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan sambaran petir di beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Kota/Kabupaten Semarang, Pekalongan, Grobogan, Pati, dan Blora mengakibatkan banjir, hingga longsor.

Sejumlah sungai dan tidak berfungsinya drinase membuat banjir dengan ketinggian 30-100 centimeter terjadi di berbagai titik.

“Ia, ini gak bisa gerak juga karena sejak malam dah banjir, lumayan di atas lutut sampai subuh tadi,” ujar Zayn Bugis di Semarang melalui pesan singkat kepada INN, Kamis (14/3).

Berdasarkan data dihimpun dari Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut banjir merendam jalan utama, jalur Pantura Semarang-Demak hingga perkampungan warga yakni Jalan Gebanganom (70 – 80 cm), Padi raya (50 – 60 cm), Sendang indah Kelurahan Muktiharjo lor  (15 cm), Muktiharjo indah RW 15 Kel. Muktiharjo Kidul (15 – 20 cm), Jalan Muktiharjo raya Kel. Muktiharjo Lor (30 – 70 cm), Jodipati Kel. Krobokan (15 – 40 cm), Kelurahan Kudu (15 – 20 cm), Kelurahan Tambakrejo (15 – 30 cm), Jalan Raya Kaligawe (20 – 50 cm), dan  Sidorejo 3 Kel. Sambirejo (20 -30 cm).

Sedangkan bencana longsor di Kota Semarang, terjadi di Srikaton Barat Purwoyoso, Kelurahan Sendangmulyo, Ngaglik Lama Kelurahan.Bendungan, Jomblang Perbalan Kelurahan Candi, Gombel Lama KelurahanTinjomoyo, Kelurahan Lempongsari, Kelurahan Jomblang Candisari, Jalan Ngesti Waluyo Kelurahan Mlatibaru, Jalan Saputan Barat Kelurahan Jomblang, dan Kelurahan kembangarum.

Dampak cuaca ekstrem di ibu kota Jateng ini juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yakni di Sembungharjo, Kelurahan Candi, Kelurahan Mlatibaru, Kelurahan Sumurrejo dan di Kelurahan Sendangguwo.

“Angin kencang juga mengakibatkan sejumlah atap rumah warga rubuh,” kata Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto.

Melubernya Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), kata Endro Pudyo, mengakibatkan banjir tersebut tidak hanya merendam jajan tetapi juga kawasan perumahan dan perkampungan warga.

“Kita juga telah evakuasi beberapa warga lanjut usia dan balita di sejumlah kecamatan,” imbuhnya.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan berbagai bencana melanda Kota Semarang ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Selasa (12/3), Pemerintah Kota Semarang bersama instansi terkait terus turun untuk menanggulangi bencana terutama banjir yang masih mengepung daerah ini.

Dalam upaya mengatasi banjir terjadi sejak Rabu (13/4) sore, lanjut perempuan yang kerap di sama Mbak Ita itu, puluhan pompa air telah dikerahkan di berbagai titik seperti rumah pompa Tenggang, Sringin, dan Pasar Waru serta pemasangan pompa air portabel, namun karena besarnya air penyedot memerlukan waktu cukup lama.

“Kami juga melakukan pemotongan aliran yang sudah dilakukan di Sistem Pompa Pasar Waru, Kandang Kebo dan Muktiharjo yang dialihkan ke Banjir Kanal Timur,” ujar Ita.

 

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.