HomeGaya HidupSering pusing, Kurang Dana atau Kurang Darah? Cek di Sini untuk Diatasi!

Sering pusing, Kurang Dana atau Kurang Darah? Cek di Sini untuk Diatasi!

Published on

spot_img

 184 total views

INN NEWS – Sebagian orang tentunya pernah merasakan sakit kepala atau kepala terasa pusing yang menciptakan sensasi seperti lingkungan sekitar berputar secara tiba-tiba.

Hmm karena kurang dana atau kurang darah?

Hal ini perlu diwaspadai jika terjadi terlalu sering. Pasalnya, terdapat berbagai alasan kenapa kepala sering pusing, mulai dari tekanan darah rendah hingga adanya gangguan pada saraf.

Perlu diketahui, pusing pada dasarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan suatu gejala dari kondisi medis tertentu. Gejala pusing pada setiap orang pun dapat berbeda-beda, namun umumnya ditandai dengan sensasi melayang, kliyengan, hingga pingsan.

Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab kepala sering pusing dan cara mengatasinya dalam artikel berikut ini.

Penyebab Kenapa Kepala Sering Pusing

Pusing umumnya tidak disebabkan oleh kondisi yang berbahaya. Gejala ini bisa muncul karena adanya perubahan dalam sistem tubuh, misalnya saat bangun tidur, haid, hamil, tubuh bergerak berputar-putar, duduk/berdiri terlalu cepat, tidur berlebihan, atau setelah berolahraga. Namun, pusing juga bisa menjadi tanda dari penyakit tertentu. Secara umum, berikut adalah beberapa penyebab kenapa kepala sering pusing.

1. Tekanan Darah Rendah

Salah satu penyebab kenapa kepala sering pusing adalah tekanan darah rendah (hipotensi). Kondisi ini biasanya disertai dengan kehilangan keseimbangan tubuh dan merasa akan pingsan. Kondisi ini sering kali terjadi ketika penderita berubah posisi dari duduk ke berdiri terlalu cepat.

Selain perubahan gerakan yang terlalu cepat, tekanan darah rendah juga bisa dipicu oleh dehidrasi, kehilangan darah, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat golongan diuretik atau beta blocker, dan reaksi alergi.

2. Sirkulasi Udara yang Buruk

Sirkulasi udara yang buruk juga dapat menyebabkan jantung tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Situasi ini menyebabkan penurunan volume darah ke otak dan telinga bagian dalam, sehingga muncul gejala pusing dan kepala terasa berat.

3. Kadar Gula darah Rendah

Selain tekanan darah rendah, kadar gula darah rendah juga bisa menjadi salah satu alasan kenapa kepala sering pusing. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita hipoglikemia. Hipoglikemia sendiri adalah kondisi medis di mana kadar gula darah dalam tubuh terlalu rendah.

Hipoglikemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, mengonsumsi obat diabetes atau menggunakan terapi insulin, menderita penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, melewatkan jam makan, gangguan keseimbangan hormon, hingga pengaruh obat-obatan tertentu seperti aspirin.

4. Anemia defisiensi Zat Besi

Anemia defisiensi zat besi adalah jenis anemia yang terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi yang berperan penting dalam produksi hemoglobin. Hemoglobin bertugas untuk membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh sehingga penurunan jumlah produksinya dapat menyebabkan kebutuhan darah kaya oksigen dalam tubuh tidak tercukupi. Penyakit ini sering menunjukkan gejala pusing, lemas, kelelahan, dan kulit menjadi lebih pucat.

5. Gangguan Cemas 

Tidak hanya kondisi fisik, masalah mental juga bisa menjadi alasan kenapa kepala sering pusing, salah satunya gangguan cemas. Kondisi ini dipicu oleh tekanan emosional sehingga menimbulkan rasa pusing, khawatir berlebihan, gelisah, berkeringat, dan lain-lain.

6. Dehidrasi dan Kepanasan

Cuaca yang panas ditambah dengan kondisi dehidrasi juga bisa menyebabkan pusing dan nyeri pada kepala. Pasalnya, pada kondisi ini, otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga muncul gejala pusing, kelelahan, dan haus berat. Itulah sebabnya kebutuhan cairan tubuh harus selalu terpenuhi.

7. Vertigo atau Migrain

Vertigo adalah kondisi ketika proses pengontrolan keseimbangan tubuh bermasalah. Namun, pusing akibat vertigo biasanya berbeda dengan kondisi lain. Vertigo menyebabkan rasa pusing berputar yang biasanya dipicu oleh perubahan posisi. Oleh karena itu, segera hentikan aktivitas dan istirahat di tempat yang tenang saat vertigo menyerang secara tiba-tiba.

Selain vertigo, migrain juga bisa menjadi salah satu penyebab pusing. Migrain adalah kondisi yang ditandai dengan gejala pusing serta nyeri berdenyut di satu sisi kepala. Perlu diketahui, pusing bahkan dapat terjadi sebelum migrain dimulai.

8. Kolesterol Tinggi

Penyebab kepala sering pusing berikutnya adalah kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi dalam darah. Pasalnya, kondisi ini dapat memicu pembentukan plak lemak pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Aterosklerosis dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga aliran darah kaya oksigen ke otak terganggu dan muncul gejala pusing.

9. Gangguan Saraf

Kondisi kepala sering pusing bisa juga disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem saraf, misalnya karena penyakit Parkinson atau multiple sklerosis. Pasalnya, sistem saraf manusia memiliki kendali terhadap hampir seluruh fungsi tubuh. Jadi, apabila sistem tersebut terganggu, salah satu dampaknya dapat menyebabkan pusing dan kehilangan keseimbangan tubuh.

Cara Mengatasi Kepala Sering Pusing

Kepala terasa pusing dapat didasari oleh berbagai kondisi, seperti rendahnya tekanan darah dalam tubuh, sirkulasi udara yang kurang baik, dan lain-lain. Apabila merasa pusing saat sedang melakukan aktivitas tertentu, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Hindari bergerak atau mengganti posisi tubuh secara tiba-tiba karena dapat memperparah rasa pusing.
  • Segera beristirahat, duduk, atau berbaring hingga rasa pusing mereda.
  • Mengelola stres, misalnya dengan rutin berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah, sayur, dan daging tanpa lemak.
  • Memperbanyak minum air putih, setidaknya 2 liter per hari.
  • Menjauhi asap rokok.
  • Hindari mengonsumsi minuman berkafein atau beralkohol secara berlebihan.
  • Melakukan cek kadar gula darah secara rutin, terutama bagi penderita diabetes.
  • Mengompres kepala dengan air hangat atau dingin.

Mengonsumsi suplemen vitamin B2, asam folat, B12, dan B6, namun akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.

Selain melakukan beberapa upaya di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda sering mengalami keluhan pusing yang tak kunjung membaik dalam beberapa hari.

Sumber: Siloam Hospital

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.