HomeTrendingTercatat 3 Tahun Terakhir Orang Indonesia Malas Nikah, Kenapa?

Tercatat 3 Tahun Terakhir Orang Indonesia Malas Nikah, Kenapa?

Published on

spot_img

 181 total views

INN NEWS – Berdasarkan laporan teranyar dari Badan Pusat Statistik (BPS) angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan.

Dalam tiga tahun terakhir angka pernikahan di Indonesia menurun sebanyak 2 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun INN dari berbagai sumber resmi, ada berbagai faktor yang menyebabkan menurunnya angka pernikahan di Indonesia.

Faktor ekonomi menjadi alasan utama, bahwa memiliki keluarga dan anak dianggap sebagai beban ekonomi yang tinggi.

Selain itu banyak anak muda yang menganggap bahwa karier itu lebih penting. Sehingga lebih memilih fokus pada karir dan tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pernikahan itu tidak penting.

Alasan psikologipun menjadi sorotan menurut beberapa anak muda di Indonesia, bahwa pernikahan tidak hanya cukup dengan persiapan finansial tetapi juga dengan kesiapan mental agar tidak menyebabkan perceraian.

Kejadian ini menjadi perbandingan dengan negara Jepang dan Korea yang juga mengalami angka penurunan dalam pernikahan.

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Jepang memiliki faktor penyebab utama yaitu karena munculnya perubahan cara pandang wanita Jepang terhadap pernikahan.

Banyak wanita Jepang yang lebih memilih berkarier daripada menikah.

Sebab penyebab utama rendahnya pernikahan di Korea yakni karena finansial. Menurut data yang dirilis Korea Standart Wedding Associations, rata-rata biaya menikah pada tahun 2019 adalah 231.860.000 KRW (Sekitar 3 Miliar Rupiah). Angka yang sangat besar yang digunakan hanya untuk mengubah status semata.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.